Breaking News:

Razia Pasangan Mesum di Serpong

Satpol PP Sebut Marak PSK 'Open BO' di Tengah Pandemi Covid-19 Karena PHK Massal

PSK yang menjajakan diri secara online kepada pria hidung belang itu bergerak sendiri tanpa mucikari.

tangkapan layar
Razia penyakit masyarakat di hotel di kawasan Serpong, Tangsel, Jumat (26/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Satpol PP Tangerang Selatan (Tangsel) selesai memeriksa pasangan mesum yang terjaring pada razia penyakit masyarakat (pekat) di empat hotel di kawasan Serpong, pada Jumat (26/3/2021) kemarin.

Kepala Bidang Penegak Perundang-undangan Satpol PP Tangsel, Sapta Mulyana mengatakan, dari total 32 orang yang diamankan, 15 di antaranya adalah para pekerja seks komersial (PSK) yang menjajakan diri menggunakan aplikasi online atau open booking online (open bo).

Sedangkan 16 orang lainnya adalah pasangan bukan suami istri dan pria hidung belang yang kedapatan berkencan dengan PSK itu.

"Pokoknya gini, keseluruhan kan 32 orang, 11 cowok selebihnya cewek, yang enggak open itu 5 apa 6, sisanya open bo," kata Sapta melalui sambungan telepon, Sabtu (27/3/2021).

Sapta menjelaskan, perempuan yang memutuskan menjajakan diri secara online kepada pria hidung belang itu bergerak sendiri tanpa mucikari.

Mayoritas, mereka adalah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) massal dari kantornya masing-masing karena pandemi Covid-19.

Penghasilan mereka terhenti, sementara kebutuhan makan sehari-hari tidak berkurang, belum lagi jika ada biaya kredit atau mengontrak rumah tinggal.

"Memang alasan latar belakang dia enggak bisa kerja, enggak bisa pulang kampung, sampai dia harus melakukan seperti itu, kebanyakan PHK," ujar Sapta.

Baca juga: Padamkan Listrik Selama Satu Jam, Hotel di Jakarta Selatan Ini Peringati Earth Hour 2021

Baca juga: Borneo FC Vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Unggul 0-3

Baca juga: Viral Gerombolan Bocah Hentikan Truk Hingga Seorang Tewas Terlindas di Pamulang Diduga Demi Konten

Kendati keadaan yang membuat para wanita itu sampai nekat menjadi kupu-kupu malam, bagi Satpol PP, aturan tetaplah aturan, mereka tetap harus ditertibkan.

Setelah pemeriksaan, Satpol PP menghubungi keluarga para PSK untuk menjemput langsung dan diberi pembinaan agar hal serupa tidak terjadi lagi.

"Tadi sampai pagi baru pada pulang. Terus kita sampaikan ke orangtua masing-masing," pungkas Sapta.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved