Penangkapan Terduga Teroris

Masyarakat Harus Aktif Cegah Aksi Teror di Jakarta, Bisa Lapor Polisi Jika Lihat Hal Mencurigakan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat berperan aktif dalam mencegah aksi teror di ibu kota.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat berperan aktif dalam mencegah aksi teror di ibu kota. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta masyarakat berperan aktif dalam mencegah aksi teror di ibu kota.

Seperti diketahui, aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021) pagi kemarin sempat membuat geger masyarakat.

Guna mengantisipasi hal tersebut terjadi di Jakarta, Ariza meminta masyarakat segera melapor ke aparat kepolisian bila mengetahui ada hal yang mencurigakan.

"Apabila ada informasi, perilaku yang mencurigakan agar segera dilaporkan kepada kami atau langsung kepada aparat keamanan, kepada polisi," ujarnya, Senin (29/3/2021).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Jumat (26/3/2021).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Jumat (26/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI)

Dengan meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap lingkungan sekitar, Ariza yakin, segala aksi teror yang mengancam bisa diantisipasi sejak dini.

Terlebih, seluruh umat kristiani sebentar lagi bakal merayakan perayaan Jumat Agung pada 2 April dan Paskah pada 4 April 2021 mendatang.

"Yang tidak kalah penting upaya dari masyarakat itu sendiri untuk membantu kita melakukan pencegahan," ucapnya di Balai Kota.

Baca juga: Raffi Ahmad Beli Klub Liga 2 Cilegon United, Sepak Bola Banten Kembali Memanas

Baca juga: Warga Lari Ketakutan, Terdengar Ledakan dan Asap Membumbung dari Rumah Terduga Teroris di Bekasi

Baca juga: Kesaksian Tetangga Atas Ditangkapnya 2 Terduga Teroris di Condet: Suka Ada Pengajian

"Mudah-mudahan dengan kerja sama yang baik, kejadian pemboman tidak terjadi di Jakarta dan tempat-tempat lainnya setelah kejadian kemarin," sambungnya.

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menjelaskan kronologi peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

Menurut Argo kejadian terjadi pukul 10.20 Wita, selepas umat Gereja Katedral Makassar menjalankan ibadah Misa.

Baca juga: Wisuda dan Pernikahan Digelar di Hari yang Sama, Sayukti Sampai Harus Kenakan Toga di Pelaminan

Argo menuturkan, pelaku bom bunuh diri diduga sebanyak dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor matic dengan plat nomor DT 5984 MD.

"Jadi awalnya memang, pelaku yang diduga menggunakan roda dua ini dia akan masuk pelataran maupun pintu gerbang dari gereja Katedral," jelas Argo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta.

"Kebetulan jam tersebut adalah sudah selesai dari kegiatan Misa, kemudian karena melihat banyak yang keluar gereja, atau separuh dari jamaah yang hadir di gereja karena protokol kesehatan itu, dari dua orang tadi melakukan aksinya," sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved