Breaking News:

Mudik Lebaran Dilarang, Agen Bus di Tanjung Priok Meradang: Dirugikan, Penghasilan Hanya 20 Persen

Pemerintah pusat melarang aktivitas mudik pada periode Lebaran 2021. Agen bus di terminal Tanjung Priok meradang karena adanya peraturna tersebut.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Pihak agen bus malam merasa dirugikan dengan larangan pemerintah terkait mudik Lebaran 2021 di tengah pandemi Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Pemerintah pusat melarang aktivitas mudik pada periode Lebaran 2021 mendatang.

Kebijakan tersebut memunculkan respons kekecewaan dari agen bus di berbagai tempat, salah satunya di Terminal Bus Tanjung Priok.

Larangan mudik dinilai sangat merugikan pengusaha bus.

Pasalnya, selama pandemi Covid-19 ini, keuntungan mereka juga merosot drastis.

Suasana di Terminal Tanjung Priok tampang lengang pada hari terakhir prediksi arus balik pemudik ke Jakarta, Kamis (13/6/2019).
Suasana di Terminal Tanjung Priok tampang lengang pada hari terakhir prediksi arus balik pemudik ke Jakarta, Kamis (13/6/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIYANI GANIS)

Amini (50), pegawai Agen Bus Malam Bejeu di Terminal Bus Tanjung Priok, memberikan komentarnya terkait larangan mudik ini.

Menurutnya, kebijakan pemerintah ini sangat merugikan.

"Jelas dong merasa digurikan. Karena selama pandemi Covid-19 ini penghasilan kita hanya 20 persen saja," kata Amini saat ditemui di lokasi, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Hasil Piala Menpora Grup D: Bali United Gulung Persiraja 2-0, Persaingan Kembali Memanas

Baca juga: Jadi Tempat Penyimpanan Bahan Peledak Terduga Teroris, Pemilik Ruko Syok: Kaget Saya

Baca juga: Keluarga Korban Emosi saat Melihat Tersangka Bripka CS Hadir dalam Rekonstruksi di RM Kafe

Amini menilai, yang paling merasa dirugikan ialah agen-agen bus swasta yang tak mendapat subsidi dari pemerintah.

Sebab, ketika mereka setop mengantarkan penumpang di momen-momen seperti Lebaran, perputaran uang akan macet dan tak bisa menutup biaya operasional.

"Kita merasa dirugikan karena kita kan bukan subsidi pemerintah, kita kan (perusahaan) perorangan," ucap Amini.

Amini makin merasa dirugikan lantaran pada tahun 2020 lalu, masih di tengah situasi pandemi Covid-19, pihaknya sudah mematuhi larangan mudik.

Sementara di lain sisi, tak sedikit agen bus yang bandel dan tetap antar-jemput penumpang di momen Lebaran tahun lalu.

"Tahun lalu dari PO (perusahaan otobus) saya total nggak beroperasi saat mudik Lebaran, karena ikutin acuan pemerintah. Tapi yang lain masih ada yang jalan, jadi kan kita merasa dirugikan," ucapnya.

Diketahui pemerintah telah mengeluarkan aturan terkait mudik lebaran pada Idul Fitri tahun 2021.

Keputusan pemerintah terkait mudik lebaran ini diambil usai Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan sejumlah menteri dan lembaga terkait.

"Maka ditetapkan bahwa pada tahun 2021 mudik lebaran ditiadakan," ujar Muhadjir dalam konferensi pers virtual, Jumat (26/3/2021).

Baca juga: Hasil Piala Menpora Grup D: Bali United Gulung Persiraja 2-0, Persaingan Kembali Memanas

Baca juga: Jadi Tempat Penyimpanan Bahan Peledak Terduga Teroris, Pemilik Ruko Syok: Kaget Saya

Aturan ini berlaku untuk seluruh masyarakat. Mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga pekerja mandiri.

Meski begitu, pemerintah tetap memberikan jatah cuti Idul Fitri selama sehari. Namun masyarakat dilarang untuk mudik ke kampung halaman.

"Cuti bersama Idul fitri tetap satu hari tetap ada namun tidak boleh ada aktivitas mudik," pungkas Muhadjir. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved