Breaking News:

Ibu Hamil di Ciracas Kena Peluru Nyasar

Pelaku Penembakan Ibu Hamil di Ciracas Buron, Polisi Harap Warga Tak Ketakutan

Jajaran Polrestro Jakarta Timur berharap warga Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas tak khawatir atas kasus penembakan ibu hamil

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Anah (jilbab merah) saat pulang ke rumahnya usai menjalani operasi pengangkatan proyektil di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (28/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Jajaran Polrestro Jakarta Timur berharap warga Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas tak khawatir atas kasus penembakan terhadap Anah (41).

Meski pelaku penembakan ibu hamil warga RT 09/RW 09 itu hingga kini masih buron dan jenis peluru belum diketahui karena menunggu uji balistik Pusat Labolatorium Forensik (Puslabfor).

Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono berharap warga yang tinggal di sekitar Jalan Kampung Baru I lokasi Anah (41) tertembak di bagian paha kanan tidak trauma dan khawatir beraktivitas.

"Untuk warga di sekitar TKP kami mengimbau untuk tetap tenang, tidak perlu merasa takut. Karena semua kita tangani, kita akan ungkap," kata Jupriono di Ciracas, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021).

Dia mengaku sejak hari penembakan pada Rabu (24/3/2021) saat Anah bertugas sebagai kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) hingga kini penyelidikan belum menemui titik terang.

Baik apakah kasus merupakan penembakan peluru nyasar atau terencana belum bisa dipastikan karena masih dalam penyelidikan sehingga masih membutuhkan informasi tambahan.

"Mohon doanya, mohon informasinya dari warga. Barangkali ada informasi-informasi yang penting bisa disampaikan kepada kami langsung, maupun bisa dengan telpon," ujarnya.

Jupriono menuturkan dalam kasus penembakan terhadap Anah pihaknya sudah memeriksa lima warga di sekitar lokasi sebagai saksi dan mengamankan satu rekaman CCTV.

Yakni dari rumah Demin Sitinjak (69), warga RT 09/RW 09 korban penembakan orang tak dikenal pada 26 November 2020 lalu di rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi penembakan Anah.

"Kemungkinan ini jaraknya (penembakan) agak jauh karena tidak tembus, kebetulan korban kena di paha kanan. Jadi tidak tembus sehingga perlu dilakukan operasi. Jadi tekanannya cukup rendah," tuturnya.

Sebelumnya Ketua RT 09/RW 09 Achmad Joko Haryanto mengatakan petaka yang menimpa Anah membuat warganya takut beraktivitas di luar rumah, sekalipun siang hari.

Baca juga: Misteri Wanita Penjual Sembako Tewas Tangan Terikat & Mulut Tersumpal Kain, Gelang Masih di Tangan

Baca juga: Raffi Ahmad Akui Pernah Naksir Artis Ini, Tak Dilirik Karena Dirasa Kalah Tampan dari Vino G Bastian

Baca juga: Hasil Piala Menpora Grup D: Persib Bandung Gasak Persita 3-1, Ezra Walian Cetak Gol Debut Impian

Mereka khawatir jadi korban penembakan orang tak dikenal sebagaimana Anah yang harus menjalani operasi pengangkatan proyektil di RS Polri Kramat Jati pada Jumat (26/3/2021).

Anah yang sudah diperbolehkan pulang dari RS Polri Kramat Jati pada Minggu (28/3/2021) kini masih dirundung trauma, secara fisik pun kondisinya masih lemah sehingga belum dapat beraktivitas normal.

"Sekarang bukan resah lagi, ibu-ibu di sini sudah takut mau keluar rumah. Apalagi kejadian kemarin itu siang hari, jadi pada takut semua," kata Joko, Jumat (26/3/2021).

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved