Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Sejak Awal Pandemi Covid-19, Lima Perawat di Jakarta Utara Gugur

Di Jakarta Utara sendiri, selama pandemi, ada lima orang perawat yang tutup usia karena terjangkit Covid-19.

(Shutterstock/Eldar Nurkovic)
Ilustrasi tenaga kesehatan (nakes), tenaga medis, pekerja medis. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Pandemi Covid-19 telah merenggut nyawa sejumlah perawat yang menjadi garda terdepan penanganan virus corona.

Di Jakarta Utara sendiri, selama pandemi, ada lima orang perawat yang meninggal dunia karena terjangkit Covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Jakarta Utara Maryanto.

Baca juga: Minggu Ini Polres Metro Jaktim Panggil Kuasa Hukum Rizieq Shihab Terkait Kepemilikan Senjata Tajam

"Sudah lima perawat yang bertugas di Jakarta Utara telah gugur akibat Covid-19 ini. Gugurnya perawat kami tergolong paling sedikit dibandingkan wilayah lainnya di DKI Jakarta," kata Maryanto, Senin (29/3/2021).

Kelima perawat yang gugur masing-masing bertugas di Rumah Sakit Firdaus, Rumah Sakit Sukmul, Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, dan RSPI Sulianti Saroso. 

Seluruhnya sudah mendapat santunan yang diajukan PPNI kepada Kementerian Kesehatan.

"Santunan sudah kami ajukan dan sudah disalurkan kepada kelima keluarga perawat yang gugur tersebut," kata Maryanto.

Baca juga: Polisi Gelar Rekonstruksi Penembakan di RM Cafe Siang Ini, Tersangka Bripka CS Dihadirkan

Maryanto menilai, profesi perawat saat ini menjadi barometer bagi seluruh fungsi kesehatan di fasilitas kesehatan.

Perawat dianggapnya menjadi garda terdepan dalam proses kesembuhan pasien.

"Yang mana hasil laporannya menjadi tolak ukur bahan pertimbangan fungsi lain mulai dari dokter, ahli gizi, radiologi dan lain sebagainya," katanya.

Maryanto lantas meminta peran serta seluruh unsur terkait beserta masyarakat untuk sama-sama bersatu memerangi Covid-19.

Terutama dengan menerapkan protokol kesehatan ketat pencegahan virus corona.

"Kami segenap para perawat memohon sinergitas baik pemerintah, stakeholder (pemangku kepentingan lainnya), dan masyarakat agar kita sama-sama memerangi Covid-19 ini," ucap Maryanto.

"Kami menekankan agar perawat yang bertugas tetap mengedepankan prokes sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) dari Kementerian Kesehatan," tutup dia.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved