Mayat Wanita Terikat Tali di Apartemen

Pembunuh Wanita di Apartemen Mares Depok Dituntut 20 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Bukan Perencanaan

Kuasa Hukum terdakwa, Tatang, mengatakan pihaknya sudah menyampaikan pembelaan dalam pledoi di persidangan. FM tidak merencanakan melakukan pembunuhan

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
Warta Kota
Ilustrasi - Kuasa Hukum terdakwa, Tatang, mengatakan pihaknya sudah menyampaikan pembelaan dalam pledoi di persidangan. FM tidak merencanakan melakukan pembunuhan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG – Persidangan FM (37), Pembunuh wanita berinisial AO (36) yang mayatnya ditemukan dalam kamar di Apartemen Margonda Residences atau yang biasa disebut Mares, Beji, Kota Depok, pada September 2020 silam, sudah memasuki babak akhir.

Sore ini, rencananya sidang beragendakan vonis terhadap terdakwa FM yang dituntut hukuman 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Hukum (JPU) ini digelar di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Depok, Cilodong.

Namun, karena belum siap, akhirnya Majelis Hakim menunda sidang pembacaan vonis ini, dan akan dilanjutkan pada esok hari.

Menanggapi tuntutan 20 tahun dari JPU, Kuasa Hukum terdakwa, Tatang, mengatakan, bahwa pihaknya sudah menyampaikan pembelaan dalam pledoi di persidangan.

“Kami sudah memberikan pembelaan dalam hal ini pledoi, bahwa kami menyampaikan dalam pledoi itu tidak ada niatan terdakwa untuk melakukan pembunuhan karena di antara terdakwa dengan korban ini kan ada hubungan spesial,” ujar Tatang di Pengadilan Negeri Depok, Selasa (30/3/2021).

“Hubungan antara terdakwa dan korban ini juga sudah lama. Terlepas dari persoalan yang ada saat itu yang diduga perselingkuhan, terus terjadi kejadian yang tidak diharapkan, kami rasa itu spontan,” timpalnya.

Baca juga: Hasil Piala Menpora Grup A: PSIS Temani Barito Putera Lolos ke-8 Besar, Arema FC Angkat Koper

Baca juga: Wanita Terduga Teroris di Condet Berontak saat Ditangkap, Terkuak Ternyata Kucing Jadi Penyebabnya

Baca juga: Kuasa Hukum Curiga, Perempuan Tunarungu Diduga Korban Pemerkosaan Dicekoki Pil Perangsang

Tatang mengatakan, terdakwa FM tidak merencanakan melakukan pembunuhan terhadap korban.

“Bukan berencana, kalau berencana  dari kemarin-kemarin aja, ngapain baru baru ini kan karena mereka juga hubungan sudah lama. Diketahui bahwa korban punya hubungan dengan yang lain sudah lama juga, oleh sebab itu kami bilang ini bukan perencanaan,” bebernya.

Dalam persidangan, Tatang berujar terdakwa juga sudah menyampaikan permohonan maaf pada keluarga korban melalui pihaknya.

Terdakwa pun mengaku sangat menyesali perbuatannya, dan sama sekali tidak memiliki niat untuk membunuh korban menurut Tatang.

“Terdakwa sangat menyesali perbuatannya, karena memang tidak ada itikad untuk sampai membunuh. Adapun dalam kejadian itu memang ada sesuatu yang membuat spontanitas."

"Karena dia terbakar api cemburu, marah, dia ngobrol dibelakangi, kemudian korban menerima whatsapp dari orang lain, dan korban juga jujur memiliki hubungan dengan orang lain yang membuat spontanitas terdakwa,” terangnya.

“Sebetulnya tidak ada niatan untuk membunuh, karena dalam pengakuan di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) pun terdakwa gak tahu bahwa korban meninggal. Memang betul korban diikat dan dilakban itu betul, tapi gak ada niatan sampai membunuh,” sambungnya lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved