Teroris Serang Mabes Polri

Beredar Surat Wasiat Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri, Singgung Nama Ahok

Dalam surat wasiat tersebut, Zakiah menyampaikan permintaan maaf kepada orangtua dan keluarganya.

Tayang:
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Surat wasiat terduga teroris penyerang Mabes Polri. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Beredar surat wasiat milik Zakiah Aini (25), terduga teroris yang menyerang Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Surat wasiat tersebut diduga ditulis langsung oleh Zakiah. Dalam surat wasiat tersebut, Zakiah menyampaikan permintaan maaf kepada orangtua dan keluarganya.

Berikut adalah isi surat wasiat terduga teroris yang menyerang Mabes Polri.

"Wahai mamaku, maafin Zakiah yang belum pernah membalas pemberian keluarga. Mama, ayah jangan lupa senantiasa beribadah kepada Allah SWT, dan jangan tinggalkan sholat. Semoga Allah kumpulkan kembali keluarga di surga.

Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama mama. Tapi Allah lebih menyanyangi hamba-Nya. Makanya Zakiah tempuh jalan ini, sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk mama dan keluarga di akhirat.

Pesan Zakiah untuk mama dan keluarga berhenti berhubungan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba dan tidak diberkahi allah. Pesan berikutnya agar mama berhenti bekerja menjadi dawis (cek lagi) yang membantu kepentingan pemerintah thagut. 

Pesan berikutnya untuk kaka agar di rumah cibubur juga dede dan mama ibadah kepada allah dan tinggalkan penghasilan dari yang tidak sesuai ajaran islam. Serta tinggalkan kepercayaan kepada orang-orang yang mengaku punya ilmu, dekati ustad/ulama, tonton kajian dakwah, tidak membanggakan kafir Ahok dan memakai hijab kak. Allah yang akan menjamin rizki kak . Maaf ya kak , Zakiah tidak bisa membalas semua pemberian kaka.

Untuk mba leli agar memperhatikan jaga mama ya mba . Untuk bapa jangan tinggalkan ibadah shalat lima waktu . Maafin ya mba, pa kalau ada salah lisan dan lainnya. Jaga mama ayah, dede baik-baik.

Mama, ayah semua .... di samping itu adalah tingkatan amalan. Insya allah dengan karunia allah amalan jihad zakiah akan membantu memberi syafaat kepada keluarga di akhirat. Jihad adalah amalan tertinggi dalam islam.

Inti pesan Zakiah kepada mama dan keluarga adalah agar tidak mengikuti kegiatan pemilu karena orang-orang yang terpilih itu akan membuat hukum tandingan Allah bersumber Al-Quran As-Sunnah.

Demokrasi, Pancasila, UUD, pemilu berasal dari ajaran kafir yang jelas musyrik. Zakiah nasehatkan kepada mama dan keluarga agar semuanya selamat dari fitnah dunia yaitu demokrasi, pemilu, dan tidak murtad tanpa sadar.

Sekali maafkan Zakiah ma, ayah, kaka, mba leli, ka effa, dede, baim, kevin semuanya. Maafkan bila ada salah kata dan perbuatan. Semoga Allah kumpulkan kembali di surga-Nya. Amin. Zakiah Aini,"

Baca juga: Wanita Tunarungu Korban Pemerkosaan di Bekasi Dapat Pendampingan Psikologis

Baca juga: Wanita Inisial ZA Pelaku Teror di Mabes Polri Berideologi ISIS

Baca juga: Kapolri: Pelaku ZA Sempat Pura-pura Tanya Kantor Pos ke Petugas Jaga

Sebelumnya, Mabes Polri diserang oleh orang tak dikenal yang diduga teroris.

Terduga teroris tersebut membawa senjata api dan sempat melepaskan tembakan di area parkir Mabes Polri.

Pelaku mengenakan pakaian panjang berwarna hitam dan menggunakan penutup kepala berwarna biru.

Setelah terjadi baku tembak, terduga teroris itu berhasil dilumpuhkan oleh polisi.

Saat ini puluhan personel kepolisian bersenjata lengkap masih melakukan penjagaan ketat di Mabes Polri. Sejumlah kendaraan taktis juga disiagakan.

Tanya kantor pos

Terduga teroris yang menyerang Mabes Polri berinisial ZA (25) pura-pura bertanya di mana kantor pos kepada petugas jaga di pos utama.

Demikian disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021) malam.

Mulanya sekira pukul 16.30 WIB, ZA berjalan masuk dari pintu belakang kemudian mengarah ke pos gerbang utama Mabes Polri.

"Yang bersangkutan kemudian menanyakan di mana keberadan kantor pos," terang Listyo.

Petugas pos jaga kemudian memberikan pelayanan dan mengarahkan ZA arah kantor pos yang dimaksud.

"Wanita tersbeut kemudian meninggalkan pos tersebut tapi yang bersangkutan kembali dan melakukan penyerangan terhadap anggota di pos jaga,"imbuh Listyo.

Di sana ZA menembak sebanyak 6 kali, di antaranya 2 kali mengarahkan ke anggota di dalam pos, 2 kali ke anggota di luar.

"Kemudian menembak lagi (dua kali, red) ke anggota di belakangnya," tegasnya.

Anggota Polri yang berada di lokasi kemudian melumpuhkan pelaku yang tewas seketika.

Diketahui hasil olah tempat kejadian perkara, ZA berlamat di Jalan Lapangan Tembak, Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

"Kita cek berdasarkan identitas sidik jari dan face recognition dan identitasnya sesuai," imbuh Listyo.

Sosok tertutup

Tetangga menyebut terduga teroris yang menyerang Mabes Polri sebagai sosok yang tertutup.

Seperti diberitakan, sekira pukul 16.30 WIB, Mabes Polri diserang oleh orang tak dikenal yang diduga teroris.

Terduga teroris tersebut membawa senjata api dan sempat melepaskan tembakan di area parkir Mabes Polri.

Pelaku datang mengenakan pakaian panjang berwarna hitam dan menggunakan penutup kepala berwarna biru.

Setelah terjadi baku tembak, terduga teroris itu berhasil dilumpuhkan oleh polisi.

Adapun dari informasi yang beredar, terduga teroris bernama Zakiah Aini (25) dan tinggal di Jalan Lapangan Tembak Gang Taqwa RT 03 RW 010 Nomor 3, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

Bambang Sumarjono selaku tetangga sebelah rumah mengatakan Zakiah sebagai sosok yang tertutup.

Zakiah dijelaskannya lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah.

"Keseharian? Saya juga kurang paham karena anaknya kurang bergaul dan diam di dalam rumah mulu, tertutup," katanya di lokasi.

Meski sudah tinggal sedari kecil, Bambang menjelaskan jarang sekali melihat Zakiah keluar rumah.

Pasalnya, teman sepermainan seumuran Zakiah memang jarang di lokasi ini.

Sementara anggota keluarga lainnya justru sering bertemu dengan Bambang yang notabennya memiliki warung kelontong tepat disebelah kanan rumah Zakiah.

"Sering keluar? Enggak sama sekali. Ini ZA sudah tinggal lama di sini. Ini dia anak bungsu. Tapi memang tertutup. Dari kecil jarang keluar karena memang teman seumuran dia di sini jarang," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved