Breaking News:

Polisi Tangkap Oknum Kepala Desa di Kabupaten Tangerang saat Asyik Berpesta Sabu

Polresta Tangerang menangkap oknum Kepala Desa (Kades) Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang berinisial NA (49) di rumahnya, Jumat (19/3)

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Polresta Tangerang menangkap oknum Kepala Desa (Kades) Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang berinisial NA (49) di rumahnya, Jumat (19/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, BALARAJA -  Polresta Tangerang menangkap oknum Kepala Desa (Kades) Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang berinisial NA (49) di rumahnya, Jumat (19/3/2021).

Tersangka NA ditangkap bersama empat orang rekannya yakni JS (43), MH (31), KA (31), dan SA (42).

NA dan rekannya tersebut diamankan polisi lantaran sedang pesta sabu di rumahnya.

Dari penggrebekan itu, para tersangka memberi keterangan bahwa mendapatkan narkotika jenis sabu dari tersangka AND (37).

Polisi pun langsung bergerak menciduk AND tidak jauh dari lokasi penggrebekan.

"Tersangka NA kami tangkap bersama lima temannya saat pesta narkoba jenis sabu," ungkap Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, saat konferensi pers di Aula Polresta Tangerang Rabu (31/3/2021).

Dalam penggerebekan itu petugas menemukan satu paket alat hisap sabu terdiri 1 buah bong yang terbuat dari bekas botol air mineral.

Polisi juga mengamankan satu buah pipa kaca yang berisikan narkotika jenis sabu.

"Juga diamankan sebuah pipa kaca yang berisikan narkotika jenis sabu sisa pakai dengan berat brutto 1,05 gram," terang Wahyu.

Baca juga: Pelatih Bhayangkara Solo FC Waspadai Pergerakan Marc Klok saat Hadapi Persija Jakarta

Baca juga: Respons AHY saat Kepengurusan Partai Demokrat Versi Moeldoko Ditolak Pemerintah

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Atas perbuatannya, para tersangka terancam hukan minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara," tukas Wahyu.

Wahyu memastikan, pengusutan kasus itu masih terus dilanjutkan guna kepentingan pengembangan.

Ia menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang melakukan penyalahgunaan narkoba.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved