Bom di Makassar

Suami Istri Ledakkan Diri di Gereja Katedral: Ketua MUI Kabupaten Bogor: Mereka Serang Kemanusiaan

Suami istri pelaku teror yang meledakkan diri di depan Gereja Katedral Makassar adalah bentuk serangan terhadap kemanusiaan.

Editor: Y Gustaman
Instagram MUI Kabupaten Bogor
Ketua Umum MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BOGOR - Dua pelaku teror yang meledakkan diri di depan Gereja Katedral Makassar adalah bentuk serangan terhadap kemanusiaan.

Polisi mengungkap keduanya sebagai pasangan suami istri inisial L (26) dan YSF. Keduanya baru menikah sekitar 6 bulan yang lalu.

Akibat ledakan bom bunuh diri, terdata 20 orang menjadi korban. Di antaranya mendapat luka bakar, sedang dan ringan.

Ketua Umum MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji memberikan pandangannya dengan fenomena pelaku teror yang bunuh diri dan mencelakai orang lain.

Menurut Kiai Mukri, apa yang teroris lakukan dengan mencelakai diri sendiri dan orang lain telah menyerang kemanusiaan.

Baca juga: Kediaman Terduga Teroris yang Menyerang Mabes Polri Dijaga Polisi Bersenjata Lengkap

"Yang diserang oleh mereka ini adalah kemanusiaan," ungkap Kiai Mukri seperti TribunJakarta.com kutip dari Instagram MUI Kabupaten Bogor, Rabu (31/3/2021).

"Padahal, di dalam semua agama kita diminta untuk saling menyayangi, menjaga. Jadi mari kita rapatkan barisan untuk menjaga persatuan," imbuh dia.

Sosok Pelaku Nikahi Wanita Pilihan Teroris

Hamka, Ketua RW 1 Jalan Tinumbu I, Keluharan Bungaejayya, Kecamatan Bontoala, menceritakan kehidupan L pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar.

Menurut Hamka, L kerap terlibat perselisihan dengan sang ibu.

Baca juga: Kediaman Terduga Teroris yang Menyerang Mabes Polri Dijaga Polisi Bersenjata Lengkap

Baca juga: Keluarga Terduga Teroris di Mabes Polri Datangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati

Baca juga: Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri Punya Kartu Anggota, Ini Penjelasan Perbakin

Mulanya Ketua RW di tempat tinggal L mengatakan, pelaku bom bunuh diri merupakan anak sulung dari dua bersaudara.

Dari kecil, pelaku bom di Gereja Katedral Makassar itu telah ditinggal mati oleh ayahnya. "Sudah yatim dari umur 5 tahun," ujar Hamka, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Seisi Rumah Mewah Tak Berpenghuni Dipereteli, Pemilik Klaim Rugi Rp1 Miliar

Sang ibunda pun seorang diri berjuang membesarkan kedua anaknya, dengan membuka warung kelontong.

Dengan hasil keringatnya, ia kemudian berhasil memasukkan L ke sebuah universitas.

Aparat Brimob melakukan penggeledahan rumah Lukman, tersangka bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar yang berlangsung di Jalan Tinumbu 1 Lrg 132, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021). Aparat menggunakan robot penjinak bom dengan tujuan untuk menggeledah barang bukti di dalam rumah tersangka. Tribun Timur/Sanovra Jr
Aparat Brimob melakukan penggeledahan rumah Lukman, tersangka bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar yang berlangsung di Jalan Tinumbu 1 Lrg 132, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021). Aparat menggunakan robot penjinak bom dengan tujuan untuk menggeledah barang bukti di dalam rumah tersangka. Tribun Timur/Sanovra Jr (Tribun Timur/Sanovra Jr)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved