Breaking News:

Wanita Tunarungu Korban Pelecehan

Wanita Tunarungu Korban Pemerkosaan Dituding Berduaan, Orangtua Panik Lihat Kondisi Putrinya

Agustian Lingga, Tim Kuasa Hukum dari LBH GMBI yang mendampingi korban NS (20) mengatakan, kliennya sempat disudutkan ketika kejadian.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Tim Kuasa hukum dari LBH GMBI yang mendampingi korban dugaan perkosaan berinisial NS (20), wanita tuna rungu di Bekasi, Selasa (30/3/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wanita tunarungu diduga korban pemerkosaan di Bekasi sempat dituduh berduaan di sebuah makam atau kuburan, orangtua bahkan diminta membuat surat pernyataan.

Agustian Lingga, Tim Kuasa Hukum dari LBH GMBI yang mendampingi korban NS (20) mengatakan, kliennya sempat disudutkan ketika kejadian dugaan pemerkosaan.

Lingga menjelaskan, orangtua korban berinisial F (37) bercerita, anaknya sempat dituduh berduaan dengan terduga pelaku S alias Bule di kuburan daerah Duren Jaya, Bekasi Timur.

"Kejadian dugaan pemerkosaan ini terjadi di kuburan, korban sama terduga pelaku ini pertama kali ketahuan sama Pokdar (Kelompok Sadar Masyarakat)," kata Lingga.

Kuasa Hukum dari LBH GMBI Bekasi Herli yang mendampingi korban dugaan perkosaan berinisial NS (20) di Malolres Bekasi Kota, Selasa (30/3/2021).
Kuasa Hukum dari LBH GMBI Bekasi Herli yang mendampingi korban dugaan perkosaan berinisial NS (20) di Malolres Bekasi Kota, Selasa (30/3/2021). (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Akibat dituduh berduaan, korban dengan terduga pelaku dibawa ke ketua RT setempat. Di sana, keduanya dibawa ke polres dengan narasi yang sama yakni, ketahuan berduaan.

"Tapi saat itu malah pokdar tidak menceritakan kejadian sebenarnya, hanya bilang ketahuan berduaan di kuburan," ucapnya.

"Akhirnya karena orangtua ini panik, ngeliat anaknya enggak sadarkan diri dan syok dengar cerita warga yang dibuat-buat, pihak keluarg kemudian terpaksa menandatangani surat pernyataan untuk tidak melanjutkan kasusnya," terangnya.

Baca juga: Dimediasi, Oknum Polisi dan Anggota Ormas yang Ribut di Kafe Koljem Cilincing Akhirnya Berdamai

Baca juga: Nyaris Dilecehkan Pria Lain, Wanita Tuna Rungu Malah Dibuat Mabuk Hansip Lalu Diperkosa di Kuburan

Baca juga: Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-Ondel Mengamen, Depok Sudah Terapkan Sejak Tahun 2019

Sementara itu, anggota tim kuasa hukum LBH GMBI Slamet Minanto menambahkan, pihaknya menilai surat pernyataan itu tidak memiliki kekuatan hukum.

"Itu tidak mempengaruhi unsur pidananya. jadi surat pernyataan yang dibuat tanpa proses penjelasan, tanpa menceritakan maksud dan tujuan, tidak menghilangkan unsur pidananya," tegasnya.

Halaman
123
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved