Breaking News:

Wanita Tunawicara Disetubuhi Tetangga, Orangtua Curiga Anaknya Muntah: Nama Pelaku Ditulis di Kertas

Seorang wanita tunawicara, sebut saja Bunga, warga Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, menjadi korban tindak asusila yang dilakukan oleh tetangganya

Editor: Wahyu Septiana
Upi.com
Ilustrasi. Seorang wanita tunawicara, sebut saja Bunga, warga Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, menjadi korban tindak asusila yang dilakukan oleh tetangganya 

"Kata anak saya dia waktu itu mau beli bakso pas lewat rumah pelaku dipanggil pelaku kemudian ditarik masuk rumah sempat dilawan dan pegangan di pintu tapi pelaku berhasil melorotkan celana anak saya. Dia enggak mau cerita, katanya dia diancam, dia takut," ujar Bunga.

Tak Masuk Unsur Rudapaksa

Saat ini Pihak Polsek Belinyu masih melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

Pasalnya menurut Kapolsek Belinyu Kompol Noval NG laporan ke pihaknya bahwa korban diduga dirudapaksa.

Setelah melakukan gelar perkara dan koordinasi dengan pihak Kecabjari Belinyu dinyatakan tidak belum memenuhi unsur pemaksaan atas hubungan badan yang terjadi.

Ini berdasarkan hasil pemeriksaan korban dan pelaku serta saksi-saksi.

Baca juga: Hanya Polsek di Polda Metro yang Tidak Masuk Aturan Polsek Tak Lakukan Penyidikan, Ini Alasannya

Kompol Noval NG mengatakan pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Sudah kami lakukan pemeriksaan kedua belah pihak termasuk saksi-saksi yang melihat. Ada kendala juga si korban ini kan tuna wicara," kata Kompol Noval NG.

"Kami gali keterangan kemudian gelar perkara, hasil kesimpulan untuk menyangkakan pasal rudapaksa tidak memenuhi unsur."

"Tapi kami tetap melakukan penyelidikan guna mendapatkan bukti baru," katanya lagi.

Menurut Kompol Noval NG laporan dugaan rudapaksa harus ada unsur paksaan bukan mau sama mau.

Sehingga kemudian pihaknya melakukan ekapose ke kejaksaan Belinyu dan jaksa kesimpulannya sama dengan penyidik Polsek Belinyu.

"Masih belum bisa membuktikan upaya paksaan karena keterangan waktu itu korban datang sendiri ke rumah pelaku."

"Selain itu dokter yang melakukan visum tidak berani mengatakan ada unsur paksaan. Memang ada luka robek di selaput dara tapi dokter tidak dapat mengatakan itu karena paksaan."

"Terus yang bersangkutan kita lihat tidak ada luka dan baju yang robek. Apalagi yang menguatkan unsur paksaan," jelas Noval.

Namun demikian, Noval mengatakan kasus ini tetap terus dilakukan penyelidikan sampai ditemukan bukti baru.

"Kita sudah sampaikan ke keluarga korban. Kita jelaskan kita tetap lanjutkan ke penyelidikan dan sudah kita terangkan sudah dilakukan ekspose dengan pihak kejaksaan bahwa kasus ini belum bisa naik ke proses penyidikan," Kata Kompol Noval NG.

Selain itu Noval NG mengatakan pihak yang dilaporkan juga telah menjalani pemeriksan dan mengakui perbuatannya namun membantah melakukan pemaksaan.

"Sudah kita panggil laki-lakinya dan diperiksa, dia mengakui perbuatannya tapi tidak mengakui adanya paksaan.

Baca juga: Jadi Korban Penipuan Asuransi, Mantan Kasat Lantas Polres Metro Depok Kehilangan Rp500 Juta

Ini terkait penegakan hukum kita enggak bisa gegabah mendzolomi orang," jawab Kapolsek Belinyu.

Syarli Nopriansyah Camat Belinyu mengatakan setelah mengetahui warganya terlibat masalah langsung mendatangi kediaman korban.

"Setelah kami mendapat informasi sudah kami datangi dan diskusi serta meminta keterangan dari Ibu korban san korban.

Langkah awal kami pelajari permasalahannya dan kasus ini sudah ditangani pihak Polsek Belinyu dan sudah didampingi KPAI," ungkap Syarli Nopriansyah.

(Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Artikel ini telah tayang di posbelitung.co dengan judul Celana Gadis Tunarungu Dipeloroti Pria Tetangga, Ibu Curiga Anak Muntah-Muntah, Hasil Tes Bikin Syok

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved