Breaking News:

Teroris Serang Mabes Polri

7 Fakta Terduga Teroris Serang Mabes Polri: Berideologi ISIS hingga Tulis Nama Ahok di Surat Wasiat

Terduga teroris perempuan berinisial ZA nekat menerobos gedung Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Suasana di Mabes Polri setelah diserang terduga teroris pada Selasa (31/3/2021). 

Beberapa jam sebelum menyerang Mabes Polri, terduga teroris ZA ternyata sempat mem-posting sebuah foto di akun Instagram pribadinya.

Dari foto itu lah polisi menyimpulkan bahwa ZA memiliki ideologi radikal ISIS.

Baca juga: Teka-teki Sosok Pria Antar Wanita Penyerang Mabes Polri, Pakai Mobil Warna Silver

"Yang bersangkutan memiliki Instagram yang baru dibuat atau pun diposting 21 jam lalu di mana di dalamnya ada bendera ISIS," ujar Listyo.

Dalam postingan tersebut, kata Kapolri, Zakiah juga menuliskan kata-kata tentang jihad.

"Ada tulisan terkait masalah bagaimana perjuangan jihad," ucap dia.

6. Dikenal Tertutup dan Jarang Bergaul

Tetangga terduga teroris bernama Bambang Sumarjono mengungkapkan bahwa ZA dikenal tertutup dan jarang bergaul.

Menurut dia, ZA lebih sering menghabiskan waktu di dalam rumah.

"Saya juga kurang paham karena anaknya kurang bergaul dan diam di dalam rumah mulu, tertutup," kata Bambang.

Bambang, selaku tetangga sebelah rumah terduga teroris yang menyerang Mabes Polri, Rabu (31/3/2021)
Bambang, selaku tetangga sebelah rumah terduga teroris yang menyerang Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Ia menambahkan, ZA jarang bergaul lantaran tidak memiliki banyak teman yang seumuran dengan dengannya.

"Dari kecil jarang keluar karena memang teman seumuran dia jarang di sini," ujar dia.

7. Tulis Surat Wasiat

Kapolri mengatakan pihaknya menemukan sebuah surat wasiat saat menggeledah rumah terduga teroris ZA di Kelapa Dua Wetan Ciracas, Jakarta Timur.

Dalam surat wasiat tersebut, Zakiah menyampaikan permintaan maaf kepada orangtua dan keluarganya.

Surat wasiat terduga teroris penyerang Mabes Polri.
Surat wasiat terduga teroris penyerang Mabes Polri. (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

"Wahai mamaku, maafin Zakiah yang belum pernah membalas pemberian keluarga. Mama, ayah jangan lupa senantiasa beribadah kepada Allah SWT, dan jangan tinggalkan sholat. Semoga Allah kumpulkan kembali keluarga di surga.

Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama mama. Tapi Allah lebih menyanyangi hamba-Nya. Makanya Zakiah tempuh jalan ini, sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk mama dan keluarga di akhirat.

Pesan Zakiah untuk mama dan keluarga berhenti berhubungan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba dan tidak diberkahi allah. Pesan berikutnya agar mama berhenti bekerja menjadi dawis yang membantu kepentingan pemerintah thagut. 

Pesan berikutnya untuk kaka agar di rumah cibubur juga dede dan mama ibadah kepada allah dan tinggalkan penghasilan dari yang tidak sesuai ajaran islam. Serta tinggalkan kepercayaan kepada orang-orang yang mengaku punya ilmu, dekati ustad/ulama, tonton kajian dakwah, tidak membanggakan kafir Ahok dan memakai hijab kak. Allah yang akan menjamin rizki kak . Maaf ya kak , Zakiah tidak bisa membalas semua pemberian kaka.

Untuk mba leli agar memperhatikan jaga mama ya mba . Untuk bapa jangan tinggalkan ibadah shalat lima waktu . Maafin ya mba, pa kalau ada salah lisan dan lainnya. Jaga mama ayah, dede baik-baik.

Mama, ayah semua .... di samping itu adalah tingkatan amalan. Insya allah dengan karunia allah amalan jihad zakiah akan membantu memberi syafaat kepada keluarga di akhirat. Jihad adalah amalan tertinggi dalam islam.

Baca juga: Polisi Bersenjata Jaga Setiap Markas di Kabupaten Tangerang, Polantas Wajib Pakai Rompi dan Helm

Baca juga: ISI Surat Wasiat Diduga Milik Penyerang Mabes Polri, Jauhi Pakai Kartu Kredit, Singgung Nama Ahok

Inti pesan Zakiah kepada mama dan keluarga adalah agar tidak mengikuti kegiatan pemilu karena orang-orang yang terpilih itu akan membuat hukum tandingan Allah bersumber Al-Quran As-Sunnah.

Demokrasi, Pancasila, UUD, pemilu berasal dari ajaran kafir yang jelas musyrik. Zakiah nasehatkan kepada mama dan keluarga agar semuanya selamat dari fitnah dunia yaitu demokrasi, pemilu, dan tidak murtad tanpa sadar.

Sekali maafkan Zakiah ma, ayah, kaka, mba leli, ka effa, dede, baim, kevin semuanya. Maafkan bila ada salah kata dan perbuatan. Semoga Allah kumpulkan kembali di surga-Nya. Amin. Zakiah Aini."

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved