Breaking News:

Teroris Serang Mabes Polri

''Innalillahi wa innailaihi raijun'' Ucap Ali Ceritakan Putrinya ZA, Sang Kakak Azan di Makam

Ali yang dimintai tanggapannya soal aksi sang putri di Mabes Polri hanya mengucap, "innalillahi wa innailaihi raijun."

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Y Gustaman
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
M Ali, ayah Zakiah Aini atau ZA, saat menemui kerabatnya di rumah Jalan Lapangan Tembak, Gang Taqwa RT 03 RW 010 Nomor 3, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (1/4/2021). ''Innalillahi wa innailaihi raijun'' ucap Ali saat menceritakan putrinya ZA, sementara sang kakak kumandangkan azan di makam ZA. 

"Semoga kamu mendapat tempat yang terbaik. Ada hikmahnya semua ini. Amien-amien ya Rab," begitu salah satu ucapan sang ibu sambil mengusap tanah merah di atas pusara ZA.

Sempat Gonta-ganti Nomor

ZA diketahui kerap bergonta-ganti nomor handphone sesaat sebelum melakukan penyerangan.

Baca juga: Sama-sama Minta Keluarga Jauhi Riba, Ini Beda Wasiat Penyerang Mabes Polri & Pelaku Bom Makassar

Pengakuan itu disampaikan oleh keluarga ZA kepada Kasdi, Ketua RT 003/019 Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

"Nomor HP pelaku ini gonta-ganti. Ke keluarganya, kakaknya nanya enggak ada," kata Kasdi.

Jenazah perempuan pelaku penyerangan di Mabes Polri saat dibawa masuk ke Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/3/2021).
Jenazah perempuan pelaku penyerangan di Mabes Polri saat dibawa masuk ke Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/3/2021). (TribunJakarta/Bima Putra)

Kasdi mengungkapkan, kakak kandung kerap kesulitan mengetahui nomor handphone milik ZA. 

Hingga sebelum penyerangan Mabes Polri, keluarga tak pernah berhasil menghubungi gadis 25 tahun itu.

"Ngelacak nomor HP pelaku ini enggak pernah ketemu, enggak tahu. Dilacak enggak ketemu, kata kakaknya gitu," jelasnya .

Warga sekitar mengenal ZA sebagai pribadi yang tertutup, bahkan jarang terlihat keluar rumah atau menyapa warga sekitar.

"Kita tetangga tidak pernah melihat dia main-main keluar rumah dengan tetangga. Mengucilkan diri aja di dalam rumah," jelasnya.

Penyerangan di Mabes Polri dipastikan sudah dipersiapkan oleh ZA, sampai meninggalkan surat wasiat untuk kedua orangtua dan kakaknya.

Pada intinya di surat itu ZA meminta maaf kepada kedua ibu ayah dan kakaknya dan ada juga nasihat.

"Wahai mamaku, maafin Zakiah yang belum pernah membalas pemberian keluarga."

"Mama, ayah, jangan lupa senantiasa beribadah kepada Allah SWT dan jangan tinggalkan sholat. Semoga Allah kumpulkan kembali keluarga di surga," begitu sekelumit isi surat wasiat ZA. (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina/Bima Putra/Annas Furqon Hakim)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved