Breaking News:

Info Kesehatan

Pentingnya Kesadaran Sejak Dini demi Cegah Penyakit Jangka Panjang, Kamu Patut Perhatikan Hal Ini!

Kesadaran sejak dini untuk mencegah penyakit jangka panjang seperti penyakit stroke dan pneumonia perlu dilakukan.

Freepik
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Kesadaran sejak dini untuk mencegah penyakit jangka panjang seperti penyakit stroke dan pneumonia perlu dilakukan.

Untuk itu, diperlukan pelayanan kesehatan preventif yang bisa melindungi individu dari risiko kesehatan dan finansial yang diakibatkan penyakit serius.

Namun, bagi sebagian masyarakat Indonesia, akses terhadap pelayanan preventif masih menjadi tantangan dan memiliki potensi untuk dikembangkan.

TONTON JUGA:

“Keterbatasan pada pemanfaatan produk asuransi untuk tujuan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa alasan, seperti bagaimana menentukan harga premi yang tepat untuk menjamin pelayanan kesehatan preventif, atau minimnya pemahaman pemilik polis akibat persyaratan yang perlu dipenuhi pemilik polis untuk mengakses layanan kesehatan preventif."

"Tantangan-tantangan ini dapat menimbulkan risiko kesehatan dan finansial jangka panjang di masa depan yang seharusnya dapat dihindari,” papar A. Lin Neumann, Managing Director American Chamber of Commerce (AmCham) Indonesia dalam acara Healthcare Access Summit 2021.

Baca juga: Innalillahi wa innailaihi raijun Ucap Ali Ceritakan Putrinya ZA, Sang Kakak Azan di Makam

Untuk melindungi masyarakat dari risiko jangka panjang akibat penyakit menular dan penyakit tidak menular, akses ke pelayanan kesehatan preventif perlu diperkuat.

Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, stroke merupakan penyakit tidak menular yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia. Salah satu penyebab utama stroke adalah fibrilasi atrium, atau gangguan irama jantung.

Ilustrasi Stroke
Ilustrasi Stroke (Tribun Sumsel)

Orang dengan fibrilasi atrium memiliki risiko lima kali lebih besar untuk mengidap stroke. Kendati menjadi salah satu faktor risiko utama dari stroke, diagnosis fibrilasi atriumdi Indonesia masih relatif rendah.

Begitu pula dengan pneumonia, yang menurut Riskesdas 2018 menempati urutan kedua setelah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sebagai penyakit menular yang paling mengancam jiwa di Indonesia.

Baca juga: TERKUAK Aktivitas Gadis Muda Penyerang Mabes Polri 21 Jam Sebelum Beraksi, Keluarga Sulit Komunikasi

Kendati pneumonia yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus dapat dicegah melalui vaksinasi PCV, cakupan vaksinasi PCV bagi orang dewasa juga masih rendah di Indonesia.

“Melalui akses ke pelayanan kesehatan preventif seperti perawatan inovatif fibrilasi atrium dan vaksinasi PCV, seseorang dapat mengantisipasi risiko terkena stroke dan pneumonia, serta menghindari pengeluaran biaya kesehatan kesehatan substansial yang diasosiasikan dengan pengobatan dua penyakit tersebut di masa depan,” tegas Hastanto Sri Margi Widodo, Ketua Dewan Asuransi Indonesia.

Dalam acara tersebut Pfizer Indonesia bersama AmCham mendorong kolaborasi dari para pelaku industri dan pemangku kepentingan dalam menjajaki peluang untuk menciptakan mekanisme pembiayaan inovatif guna meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan preventif yang berkualitas.

"Pelaku usaha dan pemangku kepentingan juga dapat mengangkat solusi inovatif seperti pembiayaan mikro, program-program pembiayaan berbasis angsuran, produk-produk asuransi khusus, mekanisme crowdfunding (penggalangan dana), dana bantuan sosial perusahaan, dan hibah dari lembaga donor untuk pencegahan penyakit," papar Stephen Leung, Country Manager Pfizer Indonesia.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved