Breaking News:

Sekeluarga Berlumur Darah Gara-gara Ulah Sang Anak, Tetangga Bongkar Tampilan Nyentrik Pelaku

Ulah sang anak Danang Marko Pambudi (17) membuat seluruh keluarganya bersimbah darah di Dusun Mumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto

Penulis: Ferdinand Waskita Suryacahya | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TribunKaltim
Ilustrasi Penganiayaan. Ulah sang anak Danang Marko Pambudi (17) membuat seluruh keluarganya bersimbah darah di Dusun Mumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. 

"Kita sebatas membantu saat Olah TKP di kejadian perkara namun terkait penyelidikan kasus penganiayaan ditanggani Satreskrim Polres Mojokerto," ujarnya.

Anwar memastikan pelaku penganiayaan bernama Danang Marko Pambudi yang merupakan anak kedua dari pasangan Sugianto dan Tatik Kuswatin.

Pihaknya menemukan barang bukti di lokasi kejadian perkara yang diduga dipakai pelaku menganiaya keluarganya.

"Tadi di lokasi TKP kita mengamankan satu palu (Martil) dan uang tunai sebanyak Rp.2,4 juta," pungkasnya.

Informasi sebelumnya, satu keluarga di Dusun Mumpak, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh anak kandungannya sendiri, pada Rabu (31/3/2021) sekitar pukul 01.30 WIB dini hari

Pelaku tidak lain adalah anak kandung korban bernama Danang Marko Pambudi. Dia anak kedua dari pasangan Sugianto dan Tatik Kuswatin.

Akibat penganiayaan tersebut ketiga korban dalam kondisi sekarat mengalami luka parah pada bagian kepala. Mereka ditemukan di dalam satu kamar dalam kondisi bersimbah darah.

Pelaku kabur melarikan diri meninggalkan rumah setelah melakukan penganiayaan tersebut.

Baca juga: ZA Penyerang Mabes Polri Tidak Mengikuti Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan di Universitas Gunadarma

Baca juga: Kapan Seleksi CPNS dan PPPK Diumumkan Meski Sudah Memasuki April 2021? Menpan RB Beri Jawaban

Baca juga: Uji Balistik Peluru Kasus Penembakan Ibu Hamil di Ciracas Butuh Waktu Satu Minggu

Perilaku Nyentrik

DMP (17), pelaku penganiayaan terhadap satu keluarga di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Pelaku menganiaya orang tua kandung dan adiknya menggunakan martil. Dia adalah anak kedua dari tiga bersaudara dari

Pasangan Suami Istri (Pasutri) bernama Sugianto dan Tatik Kuswatin.

Hariadi (42) tetangga korban mengaku mengenal kepribadian DMP (17) yang berperilaku Nyentrik tidak wajar. Dia berpenampilan aneh yakni mengenakan celana sobek, bertato dan penuh tindik di telinganya.

"Kalau keluar rumah dia seperti Punk-Punk begitu yang celana sobek-sobek, dindik kuping dan terkadang rambutnya model berdiri," ungkapnya, Rabu (31/3/2021).

Menurut dia, pelaku setiap hari pulang malam ke rumah. Namun, dalam satu bulan ini Danang jarang keluar rumah yang kabarnya usai dipukuli orang.

Hariadi tidak menyangka pelaku tega menganiaya orang tua dan adiknya hingga sekarat menggunakan martil.

"Anaknya ini pendiam tapi perilakunya mengerikan sampai memukul kedua orangtua dan adiknya pakai palu," bebernya.

Hariadi menduga pelaku nekat menganiaya orang tuanya karena tidak diberi uang untuk berangkat ke sebuah acara di Solo.

"Setelah menganiaya dia (Pelaku, Red) mengambil uang dari dompet orang tuanya dan kabur dari rumah ke arah utara," terangnya.

Hariadi sempat menolong korban penganiayaan Pasangan Suami Istri (Pasutri) bernama Sugianto (52), Tatik Kuswatin (40) beserta anaknya Dayung Rahmat Adi Santoso (9).

Ketiga korban bersimbah darah dalam kondisi sekarat mengalami luka pada bagian kepala di dalam rumahnya.

Saat ditolong warga dua korban masih sadar yaitu Tatik Kuwwatin dan anaknya. Sedangkan Sugianto tidak sadarkan diri akibat luka parah di kepalanya.

Warga mengevakuasi korban dari lokasi kejadian ke dalam mobil sedan dan Daihatsu Gran Max menuju ke rumah sakit.

"Korban banyak darah saya angkat ke mobil menuju ke rumah sakit Sido Waras di Bangsal," ucap Hariad

Tertangkap di Terminal

Anggota Satreskrim Polres Mojokerto berhasil menangkap pelaku penganiayaan terhadap satu keluarga di Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.

Pelaku DMP (17) menganiaya kedua orang tua kandung dan adiknya yang berusia 9 tahun menggunakan martil.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Aleksander mengatakan pelaku penganiayaan bapak, ibu dan adik kandungnya berhasil ditangkap dalam waktu sekitar tujuh jam.

"Dari pemeriksaan saksi dan temuan di TKP kami memperoleh informasi yang akurat dan menangkap pelakunya," jelasnya, Rabu (31/3/2021).

Berdasarkan pengakuan pelaku, dia menganiaya keluarganya karena kesal sering diremehkan dan disalahkan. Pelaku gelap mata akhirnya secara brutal memukul bapak, ibu dan adiknya berulang kali menggunakan martil.

Setelah melakukan penganiayaan itu pelaku mengambil uang milik orang tuanya dan meninggalkan rumah ke arah utara. Tetangga korban sempat bertemu pelaku yang berjalan menyeberang rel kereta api ke arah Sekar Putih, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Sabtu (31/3) sekitar pukul 07.00 WIB.

Pihak Kepolisian kini masih melakukan penyidikkan untuk memastikan terkait motif penganiayaan yang menyebabkan tiga orang sekarat mengalami luka parah di bagian kepala.

"Pelaku kini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut di Polres Mojokerto," ucap Dony.

Sementara itu, Kapolsek Mojoanyar, AKP Anwar Iskandar menjelaskan pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu buah martil yang diduga digunakan pelaku untuk menganiaya keluarganya.

"Kita mengamankan dompet dan uang tunai sebanyak Rp.2,4 juta dari pelaku karena dia sempat membeli barang-barang seperi dompet, tas pinggang, jaket dan lainnya," bebernya.

Menurut dia, pihaknya memperoleh informasi dari masyarakat terkait keberadaan pelaku dan akhirnya berhasil menangkapnya di sekitar Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto sekitar pukul 14.00 WIB.

Pelaku mengakui perbuatanya telah menganiaya bapak, ibu dan adiknya menggunakan martil.

"Pelaku ditangkap dan yang bersangkutan mengakui perbuatanya memukul para korban menggunakan Palu, " pungkasnya.

Pihaknya melimpah kasus penganiayaan terhadap satu keluarga ke Satreskrim Polres Mojokerto.

"Kasus ini sudah dilimpahkan kini ditangani Polres karena kami membantu di TKP dan menangkap pelaku," tandasnya. 

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Pelaku Penganiayaan 1 Keluarga Berhasil Dibekuk di Terminal Kertajaya Mojokerto, .

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Anak Kandung Yang Aniaya 1 Keluarga di Mojokerto Diduga Tidak Diberi Uang Pukul Ortu Pakai Martil,.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Sekarat Satu Keluarga di Mojokerto Dianiaya Anak Kandung, Kondisi Ibu Parah: Bola Mata Nyaris Keluar, .

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Mojokerto Berdarah, Satu Keluarga Jadi Korban Kekejaman Anak Kandung, Warga Dengar Suara,

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved