Breaking News:

Harus Fokus Lawan Pandemi Covid-19, Sindiran untuk Menteri yang Mau Nyapres Sebaiknya Mundur

Kasus positif Covid-19 di Indonesia per 1 April 2021 telah mencapai 1.517.854 kasus dan telah memakan korban hingga 41.054 jiwa.

ISTIMEWA/Tribunnews
Para menteri Kabinet Indonesia Maju di depan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menjelang pelantikan Rabu pagi (23/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China pada akhir tahun 2019,

jumlah kasus positif Covid-19 di seluruh dunia terus mengalami peningkatan, termasuk Indonesia.

Sampai pada saat ini kondisi pandemi di Indonesia belum juga usai.

Kasus positif Covid-19 di Indonesia per 1 April 2021 telah mencapai 1.517.854 kasus dan telah memakan korban hingga 41.054 jiwa.

Baca juga: Menko Airlangga Ajak Masyarakat Sipil Ikut Kawal Efektivitas Program PEN Dan UMKM

Belum lagi permasalahan ekonomi yang timbul dan harus dihadapi oleh bangsa ini.

Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada rantai ekspor impor hingga kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Akibatnya angka kemiskinan, inflasi, nilai tukar Rupiah yang anjlok tak dapat terelakan lagi.

Ketua Umum Laskar Dewa Ruci H Mochtar Mohamad menjelaskan, pemerintah hari ini sedang bekerja keras melakukan berbagai upaya termasuk mensubsidi kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan bahkan mensubsidi bunga restrukturisasi kredit macet di bank.

Hal tersebut semakin memperparah kondisi keuangan negara maupun ekonomi rakyat.

Baca juga: Menko PMK: Pemerintah Tiadakan Mudik Tahun Ini

"Seharusnya pemerintah berfokus pada kebijakan kemandirian ekonomi rakyat secara mikro daripada sekedar langkah subsidi dan subsidi. Situasi saat ini seharusnya sudah menjadi negara melawan pandemi Covid-19," kata Mochtar kepada wartawan, Jumat (2/4/2021).

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved