Wanita Tunarungu Korban Pelecehan

Keluarga Terduga Pelaku Pelecehan Tunarungu di Bekasi Desak Damai hingga Teror ke Rumah Korban

Keluarga terduga pelaku pemerkosaan wanita tunarungu di Bekasi kerap meminta penyelesaian kasus melalui jalur damai

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi Pelecehan Seksual 

Sejauh ini, Herli sudah mengimbau kepada keluarga dan korban agar menguatkan diri.

Tidak lagi menghiraukan ucapan miring yang dialamatkan ke korban maupun keluarga.

"Saya bilangin jangan terpancing dengan komen di medsos apalagi bahasa-bahasa yang menyinggung biarkan saja mereka mencaci maki yang penting nanti pembuktian kan ada di kepolsian," kata Herli.

Baca juga: Nasib Wanita Tunarungu Dicekoki Pil Perangsang Sebelum Diperkosa Hansip, Sikap Berubah Drastis

Tim Kuasa Hukum lanjut dia, tidak menutup kemungkinan akan memproses siapapun yang berusaha menjelek-jelekkan apalagi sampai mengancam dengan dugaan pelanggaran UU ITE.

"Dan kami apabila pelaku sudah ditangkap rencana akan melapor perkara UU ITE untuk akun-akun atau keluarga pelaku yang penyerangan dengan bahasa-bahasa kotor menjelek-jelekkan pihak keluarga korban," tegasnya.

Kronologi Kejadian

Wanita tunarungu berinisial NS (20), warga Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi diduga menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oknum Linmas (Hansip) berinisial S alias Bule.

Peristiwa keji itu dilakukan S di sebuah makam atau kuburan di daerah Bekasi Timur, tidak jauh dari kediaman korban pada, Rabu (17/3/2021) sekira pukul 02.00 WIB.

Baca juga: Wanita Tunarungu Korban Pemerkosaan di Bekasi Dapat Pendampingan Psikologis

Orangtua korban, F (37) mengatakan, putrinya di malam kejadian pamit dengan orangtua untuk keluar rumah menunaikan salat magrib.

Usai menunaikan salat, NS kembali ke rumah dan sekira pukul 20.00 WIB, dia tiba-tiba keluar lagi untuk main ke rumah temannya.

"Pergi lagi, saya tungguin biasanya paling lama jam 9 atau jam setengah 10 udah pulang," kata orangtua korban saat dikonfirmasi, Selasa (30/3/2021).

Khawatir anaknya tak kunjung pulang, F kemudian berusaha mencari ke rumah teman dekatnya. Satu per satu pintu diketuk, tidak ada tanda-tanda keberadaan sang putri.

"Saya tunggu sampai jam 12 enggak pulang juga, akhirnya saya cari ke rumah teman-temannya yang biasa main sama dia," tuturnya.

Baca juga: Hansip Cekoki Pil Perangsang Sebelum Memperkosa, Wanita Tunarungu Kini Trauma hingga Mengurung Diri

Malam kian larut, belum ada kabar keberadaan NS balik ke rumah. Kepanikan makin meradang seisi rumah karena tidak biasanya sang putri main tidak ada kabar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved