Breaking News:

Dua Pekan Sekolah Tatap Muka Bergulir, Wali Kota Bekasi: Mudah-mudahan Semua Aman

Dua pekan bergulirkan kebijakan sekolah tatap muka di Kota Bekasi, Wali Kota Rahmat Effendi memastikan berjalan baik

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (15/3/2021).  

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Dua pekan bergulirkan kebijakan sekolah tatap muka di Kota Bekasi, Wali Kota Rahmat Effendi memastikan berjalan baik tanpa ada temuan peningkatan kasus.

Pria yang akrab disapa Pepen ini mengatakan, selama dua pekan terakhir pihaknya tidak mencatat adanya peningkatan kasus sebaran Covid-19 akibat dibukanya sekolah untuk kegiatan belajar mengajar.

"Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dua pekan berjalan ternyata zona hijaunya meningkat lebih banyak," kata Pepen di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (5/4/2021).

Baca juga: Persiapan Belajar Tatap Muka saat Pandemi Covid-19, Banyak Wali Murid SMAN 1 Jakarta Menolak

Dia menjelaskan, tren positif yang terus terjadi berkaitan dengan menurunnya angka penularan kasus Covid-19 akan menjadi dasar pihaknya menambah jumlah sekolah menggelar tatap muka.

"Minggu ketiga, keempat kita tambah lagi persentasenya, seiring dengan tadi, pengendaliannya yang terus meningkat, yang hijaunya. Tentu kita akan evaluasi lagi," tuturnya.

Baca juga: Sebelum Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Gubernur Anies Bakal Kebut Vaksinasi Lansia

Dia juga memastikan, dua pekan dilaksanakannya  sekolah tatap muka, tidak ada kasus yang muncul dari siswa atau guru akibat kegiatan tersebut.

"Sampai saat ini belum ada (kasus penularan Covid-19 dari sekolah), mudah-mudahan semua aman," tegasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menggelar pembelajaran tatap muka yang selanjutnya disebut Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan (ATHB-SP).

Terdapat 110 sekolah swasta/negeri tingkat SD dan SMP yang memulai kegiatan pembelajaran tatap muka sejak, Senin (22/3/2021) lalu.

Baca juga: Persiapan Belajar Tatap Muka, Siswa PAUD hingga Kelas 3 SD Tetap Belajar dari Rumah

Syarat siswa yang ikut pembelajaran tatap muka harus memiliki surat izin atau persetujuan orang tua/wali.

Selain itu, sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar tatap muka disiapkan tiap satuan pendidikan (sekolah) dan harus melalui uji kelayakan yang dinilai Dinas Pendidikan (Disdik).

Disamping itu, kebijakan teknis seperti misalnya kapasitas siswa dalam kelas menjadi 50 persen dan hanya tiga rombongan belajar (rombel) dalam satu hari sudah tertuang dalam peraturan ATHB-SP.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved