Breaking News:

Nota Keberatan Terdakwa Kasus Jiwasraya: Seluruh Transaksi yang Dilakukan Selalu dalam Koridor Hukum

Piter Rasiman menjelaskan segala bentuk transaksi yang dilakukannya selalu dalam koridor hukum sebagaimana yang diatur dalam berbagai Peraturan.

KONTAN
Ilustrasi Jiwasraya 

“Bahkan akan sangat menguntungkan apabila dijual, lalu mengapa direksi belum juga tidak menggunakan kesempatan tersebut untuk membayar para nasabah? Ada apa? Yang patut digarisbawahi, kenaikan harga saham yang dimiliki PT AJS semakin menunjukkan bahwa PT AJS tidak bisa dikatakan mengalami kerugian mengingat pergerakan nilai saham yang terus naik," katanya.

Menurut Piter, langkah Kejaksaan Agung yang menyebut adanya tindak pidana korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya yang disertai dengan melakukan suspend serta menyita saham-saham dalam Portofolio PT Asuransi Jiwasraya, justru semakin menyebabkan kerugian pada masyarakat atau dalam hal ini nasabah.

"Jadi sekali lagi saya harus sampaikan bahwa Kejaksaan Agung lah yang seharusnya bertanggung jawab atas kerugian yang diderita para nasabah PT AJS. karena saham-saham telah disita dan di-suspend sehingga PT AJS tidak dapat menjual saham-sahamnya," katanya.

Dalam surat dakwaan, Piter diduga berperan sebagai pihak yang mengatur dan mengendalikan lawan transaksi (counterparty) dalam pengelolaan instrumen investasi saham dan reksa dana dari PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Perbuatan yang dilakukan Piter bersama-sama dengan Hary Prasetyo, Hendrisman Rahim, Syahmirwan, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro dan Joko Hartono Tirto tersebut disebut merugikan Jiwasraya sekitar Rp 16,8 triliun.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved