Breaking News:

NTT Dihantam Siklus Seroja, Ini Penjelasan BMKG

Siklon tropis Seroja tercatat sebagai bibit siklon tropis 99S. Setelah itu BMKG memberi penyematan nama Seroja, sesuai dengan urutan nama dari BMKG

Istimewa via Pos Kupang
Tragedi Minggu Paskah 2021,44 Warga Adonara Tewas Tertimbun Longsor, 7 Lainnya Hilang 

TRIBUNJAKARTA.COM- Cuaca ekstrem yang melanda kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4 /2021) kemarin berdampak pada kerusakan fasilitas umum hingga korban jiwa.

Atas fenomena siklus tropis itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini atas potensi cuaca ekstrem di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (5/4/2021) dini hari.

Peringatan dini itu dikeluarkan BMKG agar pemangku kebijakan di kawasan terdampak dan masyarakat bisa memitigasi bencana agar mengurangi risiko korban jiwa.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengeluarkan peringatan dini BMKG tersebut berkaitan pembentukan siklon tropis Seroja di NTT. Diketahui potensi bencana yang ditimbulkan dari siklon tropis dapat memicu cuaca ekstrem dan menimbulkan bencana hidrometeorologi di wilayah NTT.

Baca juga: Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat Evakuasi Mayat di Atas Genteng Rumah, Terungkap Ciri-ciri Korban

Baca juga: Maling Sepatu Beraksi, Terekam CCTV pakai Motor Modifikasi

Siklon tropis Seroja tercatat sebagai bibit siklon tropis 99S. Setelah itu BMKG memberi penyematan nama Seroja, sesuai dengan urutan nama dari BMKG secara internasional.

"Pusaran anginnya mencapai 85 kilometer per jam agar benar-benar diwaspadai agar masyarakat dapat terlindungi, teramankan. Semoga tidak terjadi korban jiwa," kata Dwikorita saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (4/4/2021) kemarin.

Dwikorita menjelaskan dalam analisis terbaru BMKG pada Minggu pukul 19.00 WIB, terdeteksi adanya bibit siklon tropis 99S berada di posisi perairan Kepulauan Rote, NTT-sekitar 24 kilometer sebelah barat daya Kupang.

Bibit siklon tropis itu mengarah ke arah timur hingga timur laut menjauhi wilayah Indonesia. Meski pergerakannya terbilang lambat, bibit siklon itu masih cukup dekat dengan daratan wilayah NTT saat tumbuh jadi siklon.

Kecepatan angin dalam siklon itu tercatat maksimum di sekitar sistemnya adalah 30 knots (55 km/jam) dengan tekanan di pusat sistemnya mencapai 996 hPa.

Dwikorita lalu menerangkan diperkirakan bibit siklon tropis 99S itu masih akan mengatakan dan mencapai siklon tropis pada Senin dini hari hingga pagi mendatang. Potensi bibit siklon menjadi siklon juga mengakibatkan terjadinya hujan hingga banjir bandang di sejumlah wilayah di NTT.

Halaman
12
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved