Teroris Serang Mabes Polri

Sosok Penjual Pistol ke ZA Pernah Ikut Pelatihan Teroris, Kini Sukses Bisnis Ini Tampung Eks GAM

Muchsin Kamal ditangkap Densus 88 Antiteror Polri atas dugaan menjual senjata api ke penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini. Begini sosoknya.

Tribunnews.com/Herudin
Pasukan Brimob Polri menjaga dan menyisir lokasi pascaserangan teroris di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021) sore. Muchsin Kamal ditangkap Densus 88 Antiteror Polri atas dugaan menjual senjata api ke penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini. 

Minggu (4/4/2021), Alchaidar kembali memberi komentarnya terkait sosok Muchsin Kamal yang sudah diboyong ke Jakarta, sejak kemarin.

Alchaidar mengungkap sosok Muchsin Kamal. Menurutnya, Muchsin Kamal lahir di Lampoih Saka, Peukan Baroe, Pidie 6 Juli 1991 (data yang diperoleh Serambinews.com menyebutkan tahun 1992).

Wanita terduga teroris penyerang Mabes Polri yang tewas setelah dilumpuhkan pada Rabu (31/3/2021). Menurut saksi mata ada dua terduga teroris berkelamin wanita dan laki-laki.
Wanita terduga teroris penyerang Mabes Polri yang tewas setelah dilumpuhkan pada Rabu (31/3/2021). Menurut saksi mata ada dua terduga teroris berkelamin wanita dan laki-laki. (Istimewa/TribunJakarta.com)

Menurut Alchaidar, Muchsin Kamal adalah seorang saudagar muda yang hebat.

"Seperti kebiasaan pedagang di wilayah Pidie yang taat beragama dan rasional dalam mengelola bisnis, dia sangat sukses dalam berbagai bisnis: perkebunan sawit, dagang air softgun, jual beli bedil angin, dan perkebunan alpukat," tukas Alchaidar.

Perkebunan dan bisnis penjualan alpukat yang dijalani Muchsin, beber Alchaidar, terbilang cukup sukses.

Bisnis kebun alpukat ini bahkan bisa menampung dan memperkerjakan banyak eks kombatan GAM.

"Bisnis alpukat sangat sukses dan mampu memperkerjakan banyak eks kombatan GAM yang tak terayomi oleh program reintegrasi pasca Memorandum of Understanding atau MoU di Helsinki 2005," kata Alchaidar.

Bagi kawan-kawan eks Jalin 2010 yang sangat mengenalnya, beber dia, Muchsin Kamal sangat anti terhadap ISIS (Islamic State of Iraq and Syam), dan membawa pemahaman yang sangat moderat setelah keluar dari penjara.

"Sebelum penangkapan kemarin, sempat komunikasi beberapa rekannya, dan mereka berani menjamin Muchsin Kamal tidak tahu menahu dengan aksi ZA di Mabes Polri Jakarta," katanya.

Salah seorang rekannya, Agam Fitriadi juga sependapat. Ia bahkan menyebutkan bahwa untuk jualan air softgun memang murni bisnis, tidak ada kaitan apapun dengan terorisme, apalagi via online.

"Hanya saja kadarullah, pembelinya melakukan aksi yang menyalahgunakan fungsi dari airsoft gun itu sendiri dan tentu juga keliru dari sisi agama," kata Alchaidar sebagaimana pendapat Agam Fitriadi.

Andre Marlan Sahputra, temannya yang lain yakin bahwa sebagai penjual air soft gun terbesar di Indonesia, penjualan Muchsin sekitar puluhan unit dalam satu hari. Tentu pembeli datang dari berbagai kalangan masyarakat.

"Teungku Mukhtar, teman Muchsin yang lain, juga mengibaratkan bisnis Muchsin Kamal seperti penjual golok atau parang, ternyata goloknya dipakai untuk begal oleh pembeli, tentu saja aksi tersebut tak terkait dengan penjualnya," papar Alchaidar.

Baca juga: Densus 88 Bawa Barang Bukti Satu Truk, Penggeledahan Diwarnai Hujan Deras: Penghuni Kurang Interaksi

Baca juga: Densus 88 Tangkap Penjual Senjata kepada Wanita Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri

Alchaidar menambahkan, Muchsin bahkan pernah membentuk Muqawamah Media (www.muqawamah.com) pada 2014 untuk mengcounter syubhat dan propaganda ISIS di Indonesia.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved