Teroris Serang Mabes Polri

Sosok Penjual Pistol ke ZA Pernah Ikut Pelatihan Teroris, Kini Sukses Bisnis Ini Tampung Eks GAM

Muchsin Kamal ditangkap Densus 88 Antiteror Polri atas dugaan menjual senjata api ke penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini. Begini sosoknya.

Tribunnews.com/Herudin
Pasukan Brimob Polri menjaga dan menyisir lokasi pascaserangan teroris di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021) sore. Muchsin Kamal ditangkap Densus 88 Antiteror Polri atas dugaan menjual senjata api ke penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini. 

Media inilah yang sangat vokal membantah seluruh propaganda ISIS saat banyak pihak terpengaruh dengan ISIS di awal deklarasi mereka.

Secara ideology, Muchsin sangat anti ISIS dan anti ideologi takfiri. Muchsin adalah seorang yang berguna bagi banyak orang.

Dia sedang membuka lahan 10 hektare kebun alpukat di Beureunuen dan mempekerjakan mantan kombatan etno-nasionalis yang sedang dalam status sebagai ‘pengacara’ alias pengangguran banyak acara.

"Kini bahkan Muchsin Kamal sedang dalam proses menggarap puluhan hektare tahap selanjutnya kebun alpukat di Sare, Aceh Besar," kata Alchaidar.

Peristiwa pelatihan teroris di Bukit Jalin, Jantho, Aceh Besar terjadi pada tahun 2010, jauh hari sebelum lahirnya ISIS tahun 2013, adalah masa lalunya yang buram.

Muchsin Kamal dan beberapa eks napi teroris Bukit Jalin sangat anti dengan ISIS dan ideologi takfiri yang sering mengkafirkan sesama muslim serta memiliki sentimen etno-rasisme dan Christophobia yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya.

"Muchsin Kamal adalah seorang teman yang dikenal sangat moderat dan memiliki visi inklusif dalam dakwah Islam oleh teman-temannya selama sebelum dan setelah 'mondok' di penjara," ujar Alchaidar.

Baca juga: Densus 88 Sita Beberapa Dokumen dari Penggeledahan di Yogyakarta

Baca juga: Beda Sikap Anggota KPK Tewas di Rumah: Dikenal Kerap Bergaul, Kurung Diri Usai Pulang dari Kota Ini

Muchsin Kamal sudah menjalani masa pidana 8 tahun yang cukup lama dengan penuh kerelaan dan kesabaran spiritual dan menyadari sepenuhnya bahwa ia telah terjebak ke dalam gerakan yang memperjuangkan tegaknya Islam dengan jalan kekerasan dan berlebih-lebihan (ghuluw).

Muchsin juga aktif di Yayasan Jalin Perdamaian yang merupakan wadah yang menghimpun para eks napi teroris Bukit Jalin 2010, yang dipimpin oleh Yudi Zulfahri.

Anggotanya adalah Andri Marlan, Mukhtar Khairi Ibrahim, Teungku Taufik, Yudi Zulfahri, Agam Fitriadi, Chairul Fuady, Masykur Rahmad, Munir bin Ismail atau Abu rimba, Surya Achda, Muhammad Fazil, Ule Bara, Masykur Rahmat bin Mahmud, Hasbuddin atau Abu Azzam dan lain-lain.

Sebelum tertangkap, Muchsin Kamal sedang memulai untuk bangkit dan optimis sebagai saudagar yang berniaga barang apapun yang halal dan menanam apapun yang diizinkan oleh hukum untuk menumbuhkan sejumput asa yang sudah mulai terlihat bisa dipanennya.

"Kadarullah, kini Muchsin Kamal ditangkap, semua rekannya termasuk saya berharap bahwa ada pertimbangan khusus dari polisi agar tak menjadikannya sebagai tersangka dalam kasus yang tak dinyana

Alchaidar tampaknya yakin kalau Muchsin Kamal tidak terlibat dalam jaringan terror yang menyasar Mabes Polri tersebut.

Alasannya, menurut pengamat terorisme itu, pengusaha muda tersebut sangat anti dengan ISIS atau Islamic State of Iraq and Syam.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved