Teroris Serang Mabes Polri

Sosok Penjual Pistol ke ZA Pernah Ikut Pelatihan Teroris, Kini Sukses Bisnis Ini Tampung Eks GAM

Muchsin Kamal ditangkap Densus 88 Antiteror Polri atas dugaan menjual senjata api ke penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini. Begini sosoknya.

Tribunnews.com/Herudin
Pasukan Brimob Polri menjaga dan menyisir lokasi pascaserangan teroris di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021) sore. Muchsin Kamal ditangkap Densus 88 Antiteror Polri atas dugaan menjual senjata api ke penyerang Mabes Polri, Zakiah Aini. 

Sebaliknya, terduga teroris ZA yang ditembak mati petugas kepolisian saat menyerang Mabes Polri disebut-sebut berafiliasi dengan ISIS.

"Benar dia eks Jalin, tapi tidak lama, hanya dua hari ikut latihan, setelah itu pulang," kata Alchaidar yang juga Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe ini.

Meski dua hari, namun Muchsin Kamal tetap mendapat hukuman selama delapan tahun.

Menurut Alchaidar, tersangka sempat menjalani hukuman di Lapas Banda Aceh.

"Dia cuma ikut latihan selama dua hari, tapi hukumannya 8 tahun penjara," kata Alchaidar.

Alchaidar memastikan Muchsin Kamal 'alumni' Jalin setelah mengonfirmasi hal itu kepada para eks anggota Jalin lainnya.

Minggu (4/4/2021), Alchaidar kembali memberi komentarnya terkait sosok Muchsin Kamal yang sudah diboyong ke Jakarta, sejak kemarin

Alchaidar mengungkap sosok Muchsin Kamal. Menurutnya, Muchsin Kamal lahir di Lampoih Saka, Peukan Baroe, Pidie 6 Juli 1991 (data yang diperoleh Serambinews.com menyebutkan tahun 1992).

Menurut Alchaidar, Muchsin Kamal adalah seorang saudagar muda yang hebat.

"Seperti kebiasaan pedagang di wilayah Pidie yang taat beragama dan rasional dalam mengelola bisnis, dia sangat sukses dalam berbagai bisnis: perkebunan sawit, dagang air softgun, jual beli bedil angin, dan perkebunan alpukat," tukas Alchaidar.

Perkebunan dan bisnis penjualan alpukat yang dijalani Muchsin, beber Alchaidar, terbilang cukup sukses.

Bisnis kebun alpukat ini bahkan bisa menampung dan memperkerjakan banyak eks kombatan GAM.

"Bisnis alpukat sangat sukses dan mampu memperkerjakan banyak eks kombatan GAM yang tak terayomi oleh program reintegrasi pasca Memorandum of Understanding atau MoU di Helsinki 2005," kata Alchaidar.

Bagi kawan-kawan eks Jalin 2010 yang sangat mengenalnya, beber dia, Muchsin Kamal sangat anti terhadap ISIS (Islamic State of Iraq and Syam), dan membawa pemahaman yang sangat moderat setelah keluar dari penjara.

"Sebelum penangkapan kemarin, sempat komunikasi beberapa rekannya, dan mereka berani menjamin Muchsin Kamal tidak tahu menahu dengan aksi ZA di Mabes Polri Jakarta," katanya.

Salah seorang rekannya, Agam Fitriadi juga sependapat. Ia bahkan menyebutkan bahwa untuk jualan air softgun memang murni bisnis, tidak ada kaitan apapun dengan terorisme, apalagi via online.

"Hanya saja kadarullah, pembelinya melakukan aksi yang menyalahgunakan fungsi dari airsoft gun itu sendiri dan tentu juga keliru dari sisi agama," kata Alchaidar sebagaimana pendapat Agam Fitriadi.

Andre Marlan Sahputra, temannya yang lain yakin bahwa sebagai penjual air soft gun terbesar di Indonesia, penjualan Muchsin sekitar puluhan unit dalam satu hari. Tentu pembeli datang dari berbagai kalangan masyarakat.

"Teungku Mukhtar, teman Muchsin yang lain, juga mengibaratkan bisnis Muchsin Kamal seperti penjual golok atau parang, ternyata goloknya dipakai untuk begal oleh pembeli, tentu saja aksi tersebut tak terkait dengan penjualnya," papar Alchaidar.

Alchaidar menambahkan, Muchsin bahkan pernah membentuk Muqawamah Media (www.muqawamah.com) pada 2014 untuk mengcounter syubhat dan propaganda ISIS di Indonesia.

Media inilah yang sangat vokal membantah seluruh propaganda ISIS saat banyak pihak terpengaruh dengan ISIS di awal deklarasi mereka.

Secara ideology, Muchsin sangat anti ISIS dan anti ideologi takfiri. Muchsin adalah seorang yang berguna bagi banyak orang.

Dia sedang membuka lahan 10 hektare kebun alpukat di Beureunuen dan mempekerjakan mantan kombatan etno-nasionalis yang sedang dalam status sebagai ‘pengacara’ alias pengangguran banyak acara.

"Kini bahkan Muchsin Kamal sedang dalam proses menggarap puluhan hektare tahap selanjutnya kebun alpukat di Sare, Aceh Besar," kata Alchaidar.

Muchsin Kamal dan beberapa eks napi teroris Bukit Jalin sangat anti dengan ISIS dan ideologi takfiri yang sering mengkafirkan sesama muslim serta memiliki sentimen etno-rasisme dan Christophobia yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya.

"Muchsin Kamal adalah seorang teman yang dikenal sangat moderat dan memiliki visi inklusif dalam dakwah Islam oleh teman-temannya selama sebelum dan setelah 'mondok' di penjara," ujar Alchaidar.

Muchsin Kamal sudah menjalani masa pidana 8 tahun yang cukup lama dengan penuh kerelaan dan kesabaran spiritual dan menyadari sepenuhnya bahwa ia telah terjebak ke dalam gerakan yang memperjuangkan tegaknya Islam dengan jalan kekerasan dan berlebih-lebihan (ghuluw).

Muchsin juga aktif di Yayasan Jalin Perdamaian yang merupakan wadah yang menghimpun para eks napi teroris Bukit Jalin 2010, yang dipimpin oleh Yudi Zulfahri.

Anggotanya adalah Andri Marlan, Mukhtar Khairi Ibrahim, Teungku Taufik, Yudi Zulfahri, Agam Fitriadi, Chairul Fuady, Masykur Rahmad, Munir bin Ismail atau Abu rimba, Surya Achda, Muhammad Fazil, Ule Bara, Masykur Rahmat bin Mahmud, Hasbuddin atau Abu Azzam dan lain-lain.

Sebelum tertangkap, Muchsin Kamal sedang memulai untuk bangkit dan optimis sebagai saudagar yang berniaga barang apapun yang halal dan menanam apapun yang diizinkan oleh hukum untuk menumbuhkan sejumput asa yang sudah mulai terlihat bisa dipanennya.

"Kadarullah, kini Muchsin Kamal ditangkap, semua rekannya termasuk saya berharap bahwa ada pertimbangan khusus dari polisi agar tak menjadikannya sebagai tersangka dalam kasus yang tak dinyana sedikitpun ini," harap Alchaidar.

Alchaidar menambahkan, ditangkapnya Muchsin Kamal bin Zulkifli di Banda Aceh oleh polisi karena terkait dengan serangan air gun yang digunakan oleh ZA, seorang lone wolf perempuan penyerang Mabes Polri di Jakarta, 1 April 2021, menyisakan secuil asa untuk membelanya.

"Sebagai peneliti tentang terorisme, saya sangat meyakini bahwa Muchsin Kamal atau biasa dipanggil Imam Muda tidak bersalah dan sama sekali tak terkait dengan peristiwa serangan tersebut secara yuridis," pungkas Alchaidar.(*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Ternyata Penjual Senjata ke Penyerang Mabes Polri Sangat Anti ISIS, Begini Sosok Muchsin Kamal, .

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Jual Airgun ke Penyerang Mabes Polri, Alchaidar Yakin Muchsin Kamal tidak Terlibat, Ini Alasannya, 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved