Breaking News:

Wali Kota Bekasi: Kegiatan Ibadah Ramadan Berjemaah di Masjid Boleh Asal Taat Prokes

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan, kegiatan ibadah berjemaah di masjid dibolehkan asal taat protokol kesehatan (prokes).

TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Gedung Parlemen DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Senin (5/4/2021). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Jelang memasuki bulan suci Ramadan 1442 Hijriyah, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan, kegiatan ibadah berjemaah di masjid dibolehkan asal taat protokol kesehatan (prokes).

Pria yang akrab disapa Pepen ini mengatakan, pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan seluruh unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Bekasi.

"Kalau rapat forkopimpa kemarin, tarawih akan kita lakukan di daerah yang hijau, tapi dengan syarat prokes yang ketat," kata Pepen, Senin (5/4/2021).

Dia menjelaskan, untuk lingkungan RT yang masih tedapat kasus Covid-19, bukan berarti tidak diperbolehkan melaksanakan kegiatan ibadah Ramadan berjemaah di masjid.

"Misal ada RT zona kuning, zona kuning itukan ada 1 - 5 kasus warga positif Covid-19, tapi bukan berarti RT itu tidak boleh melaksanakan, hanya saja prokesnya diperketat dibanding yang zona hijau," ucapnya.

Meski begitu, pihaknya akan tetap mengikuti instruksi lanjutan dari pemerintah pusat terkait imbauan pelaksanaan ibada Ramadan berjemaah di masjid.

Baca juga: Benda Mencurigakan Ditemukan di Depok, Ada Tulisan FPI Munarman, Taryati: Dikira Paket Sepatu

Baca juga: Lagi Ngobrol dengan Iis Dahlia di Nikahan Atta, Ayu Ting Ting Tiba-tiba Membatu Lihat Nagita Slavina

Baca juga: Pilunya Korban Banjir NTT: Semalam Masih Tidur Serumah, Paginya Lihat Jasad Ibu Mengambang di Pantai

"Tapi kita tetap akan mengikuti instruksi dari atasan dalam hal ini Pak Presiden, kita akan mengikuti peritah untuk disesuaikan lagi," ucapnya.

Penerbitan maklumat wali kota juga akan tetap dilakukan, termasuk mengatur kegiatan lain di luar kegiatan ibadah guna meningkatkan kekhusyuan di bulan suci Ramadan.

"Untuk maklumat pasti ada, tapi perkembangan-perkembangan maklumat itu biasa tiap tahunnya, karena menyesuaikan kondisi tahun 2020 dengan 2021 ini," tegasnya. 

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved