Antisipasi Virus Corona di DKI

Wali Murid SMAN 68 dan SMAN 1 Jakarta Belum Setuju Sistem Belajar Tatap Muka

Mayoritas wali murid SMAN 68 Jakarta belum setuju pelaksanaan belajar tatap muka saat pandemi Covid-19. 

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Ilustrasi. Mayoritas wali murid SMAN 68 Jakarta belum setuju pelaksanaan belajar tatap muka saat pandemi Covid-19.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Mayoritas wali murid SMAN 68 Jakarta belum setuju pelaksanaan belajar tatap muka saat pandemi Covid-19

Wakil Kepala Sekolah SMAN 68 Jakarta, Tholib, mengatakan pihaknya telah mengirimkan kuesioner kepada para wali murid.

"Iya, tapi kebanyakan mereka belum setuju sistem belajar tatap muka," kata Tholib, saat dihubungi TribunJakarta.com, Selasa (6/4/2021).

Tholib menjelaskan, para wali murid ini masih khawatir dengan adanya penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah jika ada belajar tatap muka langsung.

"Apalagi belum divaksin siswa-siswanya. Jadi, orang tua murid khawatir," ucap dia.

Padahal, pihak SMAN 68 Jakarta telah menyiapkan protokol kesehatan perihal Covid-19. 

"Ya, seperti adanya wastafel untuk mencuci tangan, hand sanitizer, meja dan bangkunya juga diberi jarak sesuai protokol kesehatan," jelas Tholib. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menerapkan sistem belajar tatap muka secara langsung pada 100 sekolah di ibu kota, mulai 7 April 2021.

Namun, tiap sekolah negeri maupun swasta wajib mendapatkan restu dari para wali murid atau orang tua siswa.

Misalnya, mayoritas wali murid SMAN 1 Jakarta juga menolak sistem belajar tatap muka secara langsung saat pandemi Covid-19

"Kami 7 April nanti tidak ada belajar tatap muka karena orang tua murid banyak yang tidak mau," kata Guru Prakarya Wira Usaha SMAN 1 Budi Utomo Jakarta, Agus Styawati, saat dihubungi, Senin (5/4/2021).

Pihak SMAN 1 Jakarta telah mengirimkan kuesioner kepada para wali murid untuk menjawab setuju atau tidak adanya belajar tatap muka

"Tapi kebanyakan mereka banyak yang tidak setuju. Karena mungkin belum ada vaksin (Covid-19) saat itu," ucap Styawati, sapaannya.

Kemungkinan, SMAN 1 Jakarta akan menerapkan sistem belajar tatap muka pada tahun ajaran baru, Juli mendatang.

Namun, pihak SMAN 1 Jakarta akan kembali meminta persetujuan wali murid melalui kuesioner.

"Mungkin kami ajukan kembali kuesioner itu kepada wali murid atau orang tua siswa," jelas dia.

"Jadi, kami tidak semena-mena masuk (sekolah), tidak begitu. Wajib persetujuan orang tua dulu," lanjutnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan bakal menerapkan uji coba pembelajaran tatap muka di 100 sekolah mulai 7 April 2021.

Rencananya, uji coba dilakukan hingga 29 April 2021 di sekolah swasta dan negeri yang tersebar di lima wilayah di Jakarta.

Lalu, bagaimana mekanisme pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 yang bakal diterapkan?

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Momon Sulaeman, mengatakan uji coba masih bersifat terbatas, khususnya jenjang Sekolah Dasar.

Sebab, uji coba pembelajaran tatap muka belum diterapkan untuk siswa kelas satu hingga tiga SD.

"Siswa yang mengikuti tatap muka yaitu kelas 4, 5, 6 SD, kelas 7, 8, 9 SMP, dan kelas 10, 11, 12 untuk SMA dan SMK," ucapnya, Senin (5/4/2021).

Kemudian, sekolah bakal dibuka selama tiga hari dalam sepekan, yaitu pada hari Senin, Rabu, dan Jumat.

"Untuk hari Selasa dan Kamis sekolah dilakukan penyemprotan disinfektan," ujarnya.

Untuk meminimalisir penularan Covid-19, jumlah siswa yang melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah juga bakal dibatasi.

Setiap siswa pun nantinya hanya akan masuk satu hari dalam sepekan.

"Jadi hari pertama siswa yang masuk kelas 4, 7, dan 10. Hari kedua siswa yang masuk kelas 5, 8, dan 11," kata dia.

"Lalu, hari ketiga yang masuk kelas 6, 9, dan 12," tambahnya menjelaskan.

Selain itu, para siswa dan siswi juga harus mendapat restu dari orang tua agar bisa mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.

Baca juga: Misteri Abah Popon Asal Sukabumi yang Ditemui Terduga Teroris untuk Ilmu Kebal, Ini Nama Aslinya?

Baca juga: Sederet Ucapan Selamat Puasa Ramadhan Cocok Dibagikan di Medsos, Ada Pantunnya Juga!

Baca juga: Rizieq Shihab Hadapi Putusan Sela Kasus Kerumunan di Petamburan dan Megamendung

"Siswa yang boleh masuk maksimal 50 persen dari jumlah siswa dan diizinkan oleh orang tua," tuturnya.

Meski persiapan matang telah dilakukan dan mengklaim tak ada protes dari pihak orang tua, namun Dinas Pendidikan DKI masih enggan membeberkan daftar 100 sekolah yang bakal dibuka.

"Nanti saja kalau sudah final ya," kata Momon.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved