Breaking News:

Orangtua Tewas Korban Tabrak Lari, Anak Sulung harus Kuliah Sambil Jual Sayur Demi Sekolahkan 3 Adik

Ditinggal kedua orangtuanya yang jadi korban tabrak lari, anak sulung harus berjibaku hingga berjualan sayuran sambil kuliah demi sekolah tiga adiknya

Tribun Medan/Fredy Santoso
Mega Nainggolan yang rela berjualan sayur sambil kuliah demi melanjutkan pendidikan ketiga anaknya usai kedua orangtuanya tewas akibat tabrak lari. 

Mereka mengalami kecelakaan.

Hingga kini, seminggu berlalu masih menjadi misteri, apa dan siapa penyebab kecelakaan tersebut.

Rianta Sihombing, meninggal di Rumah Sakit Imelda Medan, setelah dibawa dari lokasi kejadian ke rumah sakit pascakecelakaan.

Nyawanya tak tertolong lantaran luka yang dialaminya cukup parah.

Untung Nainggolan meninggal sehari setelah kejadian.

Tepat pada hari Selasa, ia mengalami koma sebelum dinyatakan meninggal oleh dokter.

Seminggu usai kepergian kedua orang tuanya, anak sulung almarhum, Mega Sari Nainggolan terpaksa banting tulang untuk membiayai pendidikan dan kehidupan ketiga adiknya yaitu, Dinavalent Nainggolan (17), kelas 2 SMK, Nova Sintiya Nainggolan SMP kelas 3 serta adik bungsunya Anda Satrio Nainggolan kelas 1 SMP.

Mega berencana meneruskan usaha kedua orangtuanya, yaitu berjualan cabai dan sayur-sayuran di Pasar.

Sama seperti orang tuanya sebelum meninggal, ia akan bangun dini hari sekira pukul 03:30 WIB untuk berbelanja barang dagangan ke agen sebelum dijual secara eceran di Pasar Brayan, Medan.

Hal itu dilakukan agar dapat membiayai biaya pendidikannya dan ketiga adiknya yang masih bersekolah.

Halaman
1234
Editor: Elga H Putra
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved