Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Penghulu Hingga Penyuluh Agama Bakal Awasi Penerapan Protokol Kesehatan Saat Salat Tarawih

Kepala Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, mengatakan, pihaknya akan menerjunkan seluruh anggota Kantor Urusan Agama (KUA)

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kepala Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, di Masjid Al-I'tishom, dekat Kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Jumat (2/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Satgas Covid-19 dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kementerian Agama (Kemenag) Tangsel akan mengawasi jalannya ibadah tarawih di masjid pada Bulan Ramadan yang jatuh pada pertengahan April 2021.

Kepala Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, mengatakan, pihaknya akan menerjunkan seluruh anggota Kantor Urusan Agama (KUA) dari penghulu hingga Penyuluh Agama Islam.

"Nanti kan dari tim gugus tugas Covid-19 melakukan pengawasan monitoring, antara Pemkot, Kemenag, dengan Camat dengan KUA nanti," kata Rojak melalui sambungan telepon, Rabu (7/4/2021).

Rojak mengungkapkan, ada 675 masjid di Tangsel yang akan menggelar ibadah tarawih.

"Kita kan punya organisasi sampai ke tingkat kelurahan, ada penyuluh Agama Islam, ada penghulu, Kepala KUA, jadi bisalah mengawasi," ujarnya.

Baca juga: Cerita Guru Hari Pertama Pembelajaran Tatap Muka, Tak Terbiasa Pakai Face Shield

Baca juga: Hari Pertama Belajar Tatap Muka, Mutiara Merasa Canggung Kembali ke Kelas

Baca juga: Majelis Hakim Tolak Eksepsi Rizieq Shihab dalam Kasus Tes Swab di RS UMMI Bogor

Jumlah penyuluh Agama Islam di Tangsel sendiri hanya sebanyak 58 orang.

"Sekalian mereka sosialisasi SE Menteri Agama," ujarnya. 

Selebihnya, pengawasan juga akan dibantu dari internal masjid.

"Ya variatif, nanti kan dari masing-masing masjid dibentuk gugus tugas Covid-19, sesuai SE Menteri Agama jadi pengawasan dari internal dulu," katanya.

Seperti diketahui, Kemenag telah menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 3 tahun 2021 tentang panduan ibadah Ramadan tahun 2021 Masehi atau 1442 Hijriah.

Izin penyelenggaraan tarawih selama Ramadan harus dibarengi dengan penerapan prokes ketat oleh pihak masjid dan jemaah, termasuk jumlah jemaah yang maksimal 50% dari kapasitas ruang ibadah.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved