Peningkatan Rasio Kredit UMKM Dinilai Bisa Selamatkan Ekonomi Bangsa
Sehingga basis ekonomi akan menguat, daya beli masyarakat akan meningkat, dan pada gilirannya akan menguatkan ekonomi ditingkat nasional.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah bisa mewujudkan peningkatan rasio kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perbankan menjadi di atas 30 % dari total kredit.
Sejauh ini rasio kredit perbankan untuk UMKM Indonesia berada di level 18-20 %. Menurut mantan Legislatif dan Eksekutif 1999-2012 H. Mochtar Mohammad, angka ini jauh di bawah rasio pembiayaan bank terhadap UMKM di negara seperti Singapura (39%), Malaysia (50%), Thailand (51%), Jepang (66%), hingga Korea Selatan (82%).
Untuk mendorong perbankan nasional nonBUMN mengucurkan bantuan pinjaman KUR, Mochtar Mohammad menilai Pemerintah harus berani melonggarkan kebijakan Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan.
"Untuk memberikan kesempatan perbankan nasional memberikan bantuan kredit usaha rakyat. Ketentuan CAR yang terlalu ketat dan kemampuan yang terbatas akan membuat perbankan sulit menyalurkan kredit," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (7/4/2021).
Selain itu, bagi perbankan nasional yang Kesulitan modal, pemerintah sebaiknya membeli saham bank tersebut secara sementara yang kemudian dapat dibeli kembali di kemudian hari atau disebut buyback.
"Pemerintah menyiapkan jaminan asuransi kepada Kredit Usaha Rakyat sebesar 1% dari total pinjaman yang diterima oleh masyarakat. Jaminan ini bisa melalui Jamkrindo atau Askrindo dan juga penjamin swasta lainnya," ujar Mochtar.
Selain itu, penyaluran KUR harus dilakukan berdasarkan zonasi demografi untuk mendapatkan hasil pemerataan pertumbuhan ekonomi.
Penempatan deposito dana pemerintah APBN, APBD (provinsi, kota, kabupaten) yang belum terpakai ke bank swasta nasional yang sudah menggulirkan rasio KUR.
"Langkah di atas dirasa dapat lebih efektif dibandingkan langkah pemerintah saat ini yang melakukan stimulasi pemulihan ekonomi sebesar 150 triliun. Pemulihan ekonomi seharusnya dapat didasarkan pada penguatan ekonomi kerakyatan," katanya.
Mochtar mengutip data dari Dirjen Disdukcapil Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia, terdapat 1.080.165 Rukun Tetangga (RT) yang tersebar di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten Kota.
Baca juga: Pelaku Wisata Divaksin, Sandiaga Uno Optimis Ekonomi Kreatif Bangkit Mulai Pertengahan Tahun Ini
Baca juga: Umumkan Kepengurusan Baru, Kosgoro 1957 Fokus Ekonomi Kerakyatan dan Pendidikan
Baca juga: Diskusi di UNS, Menko Airlangga: Investasi Percepat Pemulihan Ekonomi
Relawan Mer-C Sebut Rizieq Shihab Terkonfirmasi Covid-19 Sebelum Jalani Tes Swab PCR |
![]() |
---|
Kecipratan Duit Suap Bansos Covid-19, Cita Citata Dapat Rp 150 Juta dan Hotma Sitompul Rp 3 Miliar |
![]() |
---|
Bertemu Ibu Kandung, Betrand Peto Emosional Bahas Perlakuan Orangtua di Masa Lalu: Onyo Pendam Aja |
![]() |
---|
Cerita Maling Motor Seharian Ngumpet di Atap Rumah Agar Selamat, Bertahan Hidup Minum Air Tandon |
![]() |
---|
Melati, Sosok Kartini Berprofesi Pilot Sudah Menerbangkan Pesawat ke Bandara Landasan Kecil |
![]() |
---|