Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Rizieq Shihab Jalani Sidang Putusan Sela Kasus Tes Swab RS UMMI Bogor

Pengadilan Negeri Jakarta Timur akan menggelar sidang putusan sela terdakwa Rizieq Shihab

Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Ilustrasi. Pengadilan Negeri Jakarta Timur akan menggelar sidang putusan sela terhadap eksepsi atau keberatan yang disampaikan Rizieq Shihab 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pengadilan Negeri Jakarta Timur akan menggelar sidang putusan sela terhadap eksepsi atau keberatan yang disampaikan Rizieq Shihab, Rabu (7/4/2021).

Rizieq Shihab adalah terdakwa tindak pidana karantina kesehatan Rizieq Shihab.

"Perkaranya nomor 223, 224 dan 225, itu (Ketua) Majelis Hakimnya pak Khadwanto. Sidang dimulai pukul 09.00 WIB dan disiarkan secara live streaming lewat akun YouTube PN Jaktim," kata Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (6/4/2021).

Ketiga perkara tersebut merupakan kasus tes swab Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor pada November 2020 lalu yang diduga ditutupi dari pihak Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor.

Perkara nomor 223 berkas untuk Dirut RS UMMI Bogor, dr. Andi Tatat, nomor 224 berkas untuk Muhammad Hanif Alatas, sementara berkas perkara nomor 226 untuk Rizieq Shihab.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq Shihab yang juga mewakili Hanif, Aziz Yanuar menuturkan pihaknya optimis eksepsi bakal diterima Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Kita selalu optimis tapi hasil bukan urusan kita. Jadi kita lakukan semampu kita," ujar Aziz.

Dalam sidang beragendakan putusan sela atas perkara nomor 221, 222, dan 226 pada Senin (6/4/2021) Majelis Hakim yang diketuai Suparman Nyompa menolak seluruh eksepsi Rizieq Shihab.

Majelis Hakim menolak poin eksepsi Rizieq yang meminta dakwaan JPU dalam kasus kerumunan warga di Petamburan, batal karena sudah membayar Rp 50 juta kepada Pemprov DKI.

Alasannya karena denda yang dibayarkan tersebut merupakan denda administrasi, bukan putusan peradilan sehingga proses peradilan kasus kerumunan warga di Petamburan berlanjut.

Poin eksepsi Rizieq bahwa Pengadilan Negeri Jakarta Timur tidak berwenang mengadili perkara karena peristiwa tidak terjadi di Jakarta Timur juga ditolak Majelis Hakim.

Alasannya Mahkamah Agung selaku lembaga peradilan tertinggi di Indonesia menunujuk Pengadilan Negeri Jakarta Timur untuk mengadili kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan.

"Menyatakan nota keberatan atau eksepsi terdakwa dan penasihat hukum tidak dapat diterima. Menyatakan Pengadilan Negeri Jakarta berwenang memeriksa dan mengadili perkara," kata Majelis Hakim dalam putusannya.

Lantaran eksepsi ditolak sidang lanjutan perkara nomor 221, 222, dan 226 yang dijadwalkan pada Senin (6/4/2021) beragendakan pemeriksaan saksi, diawali saksi dari pihak JPU.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved