Breaking News:

Anak SD Nyaris Dijadikan PSK

Bocah Kelas 5 SD Nyaris Jadi PSK, Wagub DKI Akui Tak Mudah Berantas Prostitusi: Butuh Proses

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui tak mudah memberantas praktek prostitusi di ibu kota.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui tak mudah memberantas praktek prostitusi di ibu kota. 

Pada hari penangkapan, DF mengaku pertama kalinya ia menawarkan AC menjadi PSK.

Selama seharian, DF sudah mendapatkan tiga pria hidung belang yang siap menggunakan 'jasa' AC.

Baca juga: Gadis Cantik Mau Di-PHK Malah Bawa Kabur Uang Toko Rp 376 Juta, Ada Sayembara Senilai Puluhan Juta

Namun, belum sempat AC melayani nafsu pelanggan, polisi keburu datang dan menciduk si mucikari.

"Jadi dia bikin akun hari itu, menurut pengakuannya (pelanggan) yang sudah terjaring itu tiga,"

"Itu sebenarnya sudah ada janji sama pelanggan. Artinya belum sempat melayani pelanggan, sudah kita amankan," jelas Fajar.

DF (27), muncikari yang jual anak kelas 5 SD lewat Michat untuk dijadikan pekerja seks komersial.

AC dibayar Rp 300 ribu

Sekali kencan, AC mendapatkan uang dari DF sebanyak Rp 300 ribu.

DF (27), muncikari yang jual anak kelas 5 SD lewat Michat untuk dijadikan pekerja seks komersial.
 
DF (27), muncikari yang jual anak kelas 5 SD lewat Michat untuk dijadikan pekerja seks komersial.   (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Pasalnya, DF menjual AC ke pelanggan seharga Rp 450 ribu untuk sekali main.

"Jadi sekali main itu ditawarkan seharga Rp 450 ribu," ucap Guruh.

DF akan mengambil untung Rp 150 sementara sisanya diberikan kepada AC.

Adapun setelah ditangkap, DF dibawa ke Mapolsek Kelapa Gading untuk disidik tuntas.

Baca juga: Formasi Inti Persija Jakarta Belum Terbentuk, Penampilan Bek Asing Baru Yann Motta Dalam Sorotan

Ia disangkakan melanggar Undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Sementara itu, AC dikembalikan ke orangtuanya serta menjalani pemulihan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved