Penangkapan Terduga Teroris
Isyarat Kakak Jerry Saat Adiknya Diburu Densus 88 Antiteror: Adik Lagi Dicariin Tuh, Puyeng Gue
Mabes Polri mengumumkan tiga nama yang masuk dalam DPO Densus 88 Antiteror. Sang kakak memberi isyarat adiknya sedang diburu Densus 88 Antiteror.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mabes Polri mengumumkan tiga nama yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Densus 88 Antiteror.
Nama ketiganya yakni Yusuf Iskandar alias Jerry, Nouval Farisi (35), dan Arif Rahman Hakim (47).
Yusuf Iskandar alias Jerry (53) tercatat sebagai warga Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Nouval tercatat sebagai warga Tanjung Barat, Jagakarsa. Sedangkan Arif adalah warga Petukangan Selatan, Pesanggrahan.
Kakak Jerry berinisial S sempat memberi isyarat bahwa adiknya sedang dicari Densus 88 Antiteror.
Jerry diduga sudah diburu Tim Densus 88 Antiteror Polri sejak pekan lalu, tepatnya setelah penggerebekan terduga teroris di Bekasi dan Condet, Jakarta Timur.
Hal itu disampaikan S kepada Ketua RT setempat bernama Taufik Umar (57) saat keduanya bertemu di masjid.
"Kakaknya pernah bilang waktu ketemu di masjid, 'adik gue lagi dicariin tuh, puyeng gue'. Gitu doang," kata Umar saat ditemui di kediamannya, Rabu malam.
"Itu seminggu yang lalu kalau nggak salah. Sekali saja dia ngomong seperti itu sama saya," tambahhya.
Umar mengaku sempat beberapa kali bertemu dengan Jerry ketika hendak melaksanakan salat berjamaah di masjid.
"Dia (Jerry) orangnya alim, baik. Setahu saya itu, nggak macam-macam," kata Umar.
Selain itu, lanjut Umar, Jerry juga dikenal sebagai orang yang rajin beriadah.
"Kalau dia datang ke rumah adiknya, ketemu di masjid, salat dia rajin," ujarnya.
Warga pun terkejut melihat nama Jerry ada di dalam DPO terduga teroris.
Sejak Selasa (6/4/2021) malam, informasi terkait DPO terduga teroris itu sudah tersebar ke Whatsapp Group warga.
"Saya kan ada grup masjid, grup karang taruna. Mereka tanya, 'ini bang Jerry ya? Iya warga saya'. Saya bilang gitu," kata Umar.
Umar mengungkapkan, mayoritas warganya tidak menyangka Jerry masuk dalam DPO terduga teroris.
"Ya mereka heran. Ya Allah. Langsung pada kaget kan, nggak nyangka. Ada juga yang bilang mudah-mudahan tidak apa-apa. Kalau saya cuma bilang kasihan," ucap dia.
Ia mengatakan pihak keluarga Jerry belum memberikan klarifikasi terkait informasi DPO terduga teroris tersebut.
"Saya juga belum tanya, tadinya kepikir juga mau ke sana. Tapi khawatir juga saya, takut dikira ikut campur atau apa," ujar Umar.
Selain itu, Umar menyebutkan Jerry (53), warga RT 10/RW 01 Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan sebagai anggota organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI).
Jerry kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terduga teroris yang diburu Densus 88 Anti Teror Polri.
"Setahu saya dia (Jerry) FPI," kata Ketua RT setempat bernama Taufik Umar (57) saat ditemui di kediamannya, Rabu (7/4/2021) malam.
Meski begitu, Umar mengatakan di wilayahnya bukan cuma Jerry yang bergabung dengan FPI.
Menurut Umar, cukup banyak warganya yang memiliki fanatisme terhadap Muhammad Rizieq Shihab.
"Banyak lah anak-anak sini. Kalau saya lihat mereka, mereka itu lugu-lugu, alim-alim. Kalau dikatakan fanatisme dengan HRS, memang sih luar biasa ya. Kayak aksi 212, 411, termasuk saya ikut," ujar dia.
Hingga kini, nama Jerry masih tercatat sebagai warga RT 10/RW 01 Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Namun, Umar memastikan bahwa Jerry sudah sangat lama tidak lagi tinggal di Jati Padang.
"Dia warga saya memang, tapi sudah sangat lama tidak tinggal di sini. Tapi KK (Kartu Keluarga)-nya masih KK sini," kata Umar.
Namun, Umar menambahkan, mayoritas keluarga Jerry masih berdomisili di Jati Padang.
"Memang keluarga besarnya masih di sini, itu di atas di Jalan Kenanga sana," ujar dia.
Umar yang menjabat sebagai Ketua RT sejak 2017 mengaku tidak mengetahui keberadaan Jerry saat ini.
"Dia sudah pindah, sampai sekarang saya nggak tahu alamat pasnya di mana gitu ya," tutur Umar
Sementara itu, Umar menyebut rumah yang sebelumnya ditempati Jerry sudah dijual. Hanya saja, ia mengaku tidak tahu kapan Jerry menjual rumahnya.
"Iya betul (rumah Jerry) sudah dijual, sudah ditempati orang lain sekarang," kata Umar.
Baca juga: Bus Sekolah Untuk Evakuasi Pasien Covid-19 dan Layanan Antar Jemput Siswa Dipastikan Berbeda
Baca juga: Pegawai KPK Gadaikan Barang Bukti Emas Senilai Rp 900 Juta untuk Bayar Utang
Informasi Tersebar ke Grup WA Warga
Warga RT 10/RW 01 Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tidak menyangka Yusuf Iskandar alias Jerry (53) masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terduga teroris.
Sejak Selasa (6/4/2021) malam, informasi terkait DPO terduga teroris itu sudah tersebar ke Whatsapp Group warga.
"Saya kan ada grup masjid, grup karang taruna. Mereka tanya, 'ini bang Jerry ya? Iya warga saya'. Saya bilang gitu," kata Ketua RT setempat bernama Taufiq Umar (57) saat ditemui di kediamannya, Rabu (7/4/2021) malam.
Umar mengungkapkan, mayoritas warganya tidak menyangka Jerry masuk dalam DPO terduga teroris.
"Ya mereka heran. Ya Allah. Langsung pada kaget kan, nggak nyangka. Ada juga yang bilang mudah-mudahan tidak apa-apa. Kalau saya cuma bilang kasihan," ucap dia.
Ia mengatakan pihak keluarga Jerry belum memberikan klarifikasi terkait informasi DPO terduga teroris tersebut.
"Saya juga belum tanya, tadinya kepikir juga mau ke sana. Tapi khawatir juga saya, takut dikira ikut campur atau apa," ujar Umar.
Hingga kini, nama Jerry masih tercatat sebagai warga RT 10/RW 01 Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Namun, Umar memastikan bahwa Jerry sudah sangat lama tidak lagi tinggal di Jati Padang.
"Dia warga saya memang, tapi sudah sangat lama tidak tinggal di sini. Tapi KK (Kartu Keluarga)-nya masih KK sini," kata Umar saat ditemui di kediamannya, Rabu (7/4/2021) malam.
Namun, Umar menambahkan, mayoritas keluarga Jerry masih berdomisili di Jati Padang.
"Memang keluarga besarnya masih di sini, itu di atas di Jalan Kenanga sana," ujar dia.
Umar yang menjabat sebagai Ketua RT sejak 2017 mengaku tidak mengetahui keberadaan Jerry saat ini.
"Dia sudah pindah, sampai sekarang saya nggak tahu alamat pasnya di mana gitu ya," tutur Umar
Sementara itu, Umar menyebut rumah yang sebelumnya ditempati Jerry sudah dijual. Hanya saja, ia mengaku tidak tahu kapan Jerry menjual rumahnya.
"Iya betul (rumah Jerry) sudah dijual, sudah ditempati orang lain sekarang," kata Umar.
Baca juga: Mobil Mewah Pejabat Tabrak Kerbau Hamil hingga Tewas, Korban Merugi Rp 50 Juta
Baca juga: DPO Terduga Teroris Jerry Ternyata Sudah Diburu Polisi Sejak Pekan Lalu
Nouval Kerap Pakai Atribut FPI
Nouval tercatat sebagai warga Tanjung Barat, Jagakarsa. Sedangkan Arif adalah warga Petukangan Selatan, Pesanggrahan.
Pria bernama Nouval Farisi (35) masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terduga teroris yang diburu Densus 88 Anti Teror Polri.
Nouval tercatat sebagai warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Namun, sejak menikah sekitar lima tahun lalu, ia sudah pindah ke kawasan Pasar Minggu.
Nouval diduga menjadi bagian dari organisasi masyarakat (ormas) terlarang Front Pembela Islam (FPI).
Ketua RT setempat, Budianto (51), mengatakan sempat beberapa kali melihat Nouval menggunakan atribut FPI.
Hanya saja, ia tidak dapat memastikan status Nouval di FPI sebagai anggota atau sekadar simpatisan.
"Saya pernah lihat dia (Nouval) pakai seragam FPI yang putih-putih, sepatu putih, baret putih. Tapi saya nggak tahu apakah anggota atau simpatisan saja, lalu beli atribut itu sendiri atau gimana," kata Budianto saat ditemui di kediamannya, Rabu (7/4/2021) malam.
Menurut Budianto, Nouval juga pernah datang ke rumahnya menggunakan atribut FPI.
Budianto tidak bertanya terkait atribut FPI yang dikenakan Nouval. Ia hanya menduga Nouval baru saja mengikuti aksi bersama FPI.
"Dulu itu kan ramai waktu Ahok ya. Mungkin itu kali ya yang saya lihat, kurang lebih tahun 2016. Putih-putih semua. Kan FPI emang identitasnya itu. Tapi kalau soal apakah dia anggota atau simpatisan, saya tidak pernah tanya," ujar dia.
Sebelumnya Polda Metro Jaya sempat mengamankan sejumlah barang bukti yang disita dalam penangkapan 4 orang terduga teroris di Jakarta dan Bekasi pada Senin (29/3/2021).
Barang bukti tersebut antara lain seragam FPI, buku FPI, hingga poster bergambar eks pentolan FPI Rizieq Shihab.
Menyikapi hal ini, mantan Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI Aziz Yanuar mengatakan barang - barang atau atribut FPI tersebut bisa dibeli bebas di mana saja.
"Atribut FPI bisa dibeli di mana-mana. Atribut FPI bisa dibeli di mana-mana," ucap Aziz saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021).
Pria yang saat ini menjadi pengacara Rizieq Shihab dalam kasus di PN Jakarta Timur itu mengaku belum tahu apakah terduga teroris yang ditangkap polisi tersebut benar bagian dari anggota FPI atau tidak.
Aziz hanya menegaskan bahwa FPI sudah bubar sejak akhir tahun lalu sebagaimana Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri.
"Saya nggak tahu, belum dicek. FPI sudah bubar. FPI sudah bubar," tegas dia.(TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Temuan Atribut FPI Dalam Penggerebekan Terduga Teroris, Pengacara Rizieq: Bisa Dibeli di Mana-mana,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/densus-88_20180514_110008.jpg)