Breaking News:

Pengelolaan TMII Diambil Alih Negara, Pekerja: Semoga Kesejahteraan Lebih Diperbaiki

Kepala Humas TMII, karyawan TMII hingga pekerja harian lepas angkat bicara usai pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diambil alih negara.

Istimewa
Pintu masuk utama TMII - Kepala Humas TMII, karyawan TMII hingga pekerja harian lepas angkat bicara usai pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diambil alih negara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Kepala Humas TMII, karyawan TMII hingga pekerja harian lepas angkat bicara usai pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diambil alih negara.

Setelah hampir 44 tahun aset milik negara TMII dikelola oleh Yayasan Harapan Kita, pengelolaan TMII kini resmi dikelola oleh negara.

Keterangan tentang perubahan pengelolaan aset milik negara TMII tersebut juga telah disampaikan melalui Konferensi Kementerian Sekertariat Negara Republik Indonesia, Kamis (7/4).

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan bahwa perbaikan tata kelola aset milik negara TMII diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII.

Di mana isinya menetapkan tentang penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensetneg, sekaligus menandai berakhirnya penguasaan dan pengelolaan TMII oleh Yayasan Harapan Kita.

Suasana di TMII, Jakarta Timur, Minggu (1/11/2020)
Suasana di TMII, Jakarta Timur, Minggu (1/11/2020) (TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina)

Menanggapi hal tersebut, sejumlah karyawan dan pedagang justru memiliki harapan baru.

Pengalihan tersebut seperti membawa angin segar akan harapan mereka.

Baca juga: Bocah Kelas 5 SD Nyaris Jadi PSK, Wagub DKI Akui Tak Mudah Berantas Prostitusi: Butuh Proses

Baca juga: Formasi Inti Persija Jakarta Belum Terbentuk, Penampilan Bek Asing Baru Yann Motta Dalam Sorotan

Baca juga: Gadis Cantik Mau Di-PHK Malah Bawa Kabur Uang Toko Rp 376 Juta, Ada Sayembara Senilai Puluhan Juta

Iqbal, satu diantara petugas keamanan di TMII mengatakan baru tahu pengalihan pengelolaan sehari yang lalu.

Namun ia berharap akan ada kesejahteraan dalam status kepegawaian.

"Baru tahunya kemarin. Ya intinya tunjangan terjamin. Status kepegawaian?lebih sejahtera. Selama ini dari yayasan juga ada. Ya ada kepastian dari status kepagawaian," ujarnya di lokasi, Kamis (8/4/2021).

Sementara itu, Barna (58) selaku pekerja harian lepas berharap adanya peningkatan honor untuk ke depannya.

Bila sebelumnya perhari sebesar Rp 75 ribu, ia berharap ada peningkatan meskipun hanya sedikit.

Barna, pekerja harian lepas di TMII, Jakarta Timur, Kamis (8/4/2021).
Barna, pekerja harian lepas di TMII, Jakarta Timur, Kamis (8/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

"Maunya ya kesejahteraan lebih diperbaiki dan dipakai lagi. Saya dulu karyawan, bawa ambulans di klinik TMII dan pensiun, lanjut status sebagai PHL. Semoga ada peningkatan honor ya nanti disesuaikan," katanya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved