Seribu Alasan Pasangan Mesum saat Terjaring Razia Petugas Satpol PP
Razia gabungan yang digelar Rabu malam hingga Kamis dini hari ini berhasil menjaring 18 pasangan bukan muhrim.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tingkah menggelikan diperlihatkan sejumlah pasangan bukan muhrim, saat mereka terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) aparat gabungan Kota Tasikmalaya, Kamis (8/4/2021) dini hari.
Aparat yang terlibat razia jelang Ramadan ini yakni Satpol PP, polisi, serta petugas Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tasikmalaya.
"Kami mendapati tingkah yang menggelikan dari pasangan bukan muhrim yang terjaring," kata Kasi Rehabilitasi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), Dinsos Kota Tasikmalaya, Nining Rukmini, yang ikut razia.
Ada yang berpura-pura sebagai pegawai hotel, ngeloyor begitu saja ke luar dari kamar.
Ada yang mengaku sudah menikah tapi tak bisa memperlihatkan bukti.
Baca juga: Perbaikan Jalan Setiabudi Pamulang Tak Kunjung Selesai, Berpotensi Timbulkan Kecelakaan
Baca juga: Raffi Ahmad Pernah Diminta Berpikir Ulang Ketua Umum PSSI Sebelum Akuisisi Klub
Baca juga: Bus Sekolah Untuk Evakuasi Pasien Covid-19 dan Layanan Antar Jemput Siswa Dipastikan Berbeda
Yang lainnya saat pintu kamar diketuk tak langsung dibuka.
Diduga pasangan di dalam sedang beraksi dan memakai baju dulu sebelum membuka pintu.
Razia gabungan yang digelar Rabu malam hingga Kamis dini hari ini berhasil menjaring 18 pasangan bukan muhrim.
"Ada pasangan PSK dan hidung belang, ada pula pasangan yang tak bisa memperlihatkan bukti pernikahan," kata Nining.
Pihak Dinsos sendiri ikut razia, menyusul dibukanya kembali program rehabilitasi PSK milik Pemprov Jabar di Sukabumi dan Cirebon.
"Jadi kami ikut razia dalam rangka menjaring PSK untuk direhabilitasi. Mereka diberi pelatihan serta modal kerja dengan harapan tak lagi menekuni profesi PSK," ujar Nining.