Breaking News:

Demo di Mabes Polri, Aktivis Minta Polisi Usut Purnawirawan yang Diduga Salah Gunakan Wewenang

Perkumpulan Gerakan Aktivis menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis(9/4/2021)

ISTIMEWA
Massa yang mengatasnamakan Perkumpulan Gerakan Aktivis menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Massa yang mengatasnamakan Perkumpulan Gerakan Aktivis menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2021) siang.

Mereka meminta Polri mengusut keterlibatan mantan jenderal yang menyalahgunakan kekuasaan saat menjabat di Provinsi Sulawesi Tenggara.

"Berdasarkan kesaksian tertulis terdakwa Ardiyansah Tamburaka di PN Kendari, akuisi atau penjualan perusahaan PT Tonia Mitra Sejahtera dilalukan di Kantor BIN Sultra, saat Mayjend TNI (Purn) Andi Sumangerukka menjabat," kata Koordinator Aksi, Faisal.

Ia menyebut jenderal purnawirawan itu telah melakukan penyalahgunaan wewenang sebagai pejabat negara, sehingga patut untuk diselidiki.

"Pejabat negara harusnya memberikan contoh yang baik, bukan menjadi bagian dari tindakan melawan hukum," ucap dia.

Faisal menjelaskan, PT Tonia Mitra Sejahtera merupakan perusahaan yang dibentuk oleh Muhamad Lutfi, Ali Said, dan Amran Yunus.

Baca juga: Tempat Persembunyian Terduga Teroris Dibocorkan Orang Terdekat, Polisi: Menyerahkan Diri Saja

Dalam perjalanannya, Amran Yunus diduga telah memalsukan tanda tangan Muhammad Lutfi dan Ali Said serta melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). 

Selanjutnya kata Faisal, perusahaan PT Tonia Mitra Sejahtera dijual kepada PT Tribuana Sukses Mandiri.

"Penandatangan itu dilakukan di kantor BIN Daerah Sulawesi Tenggara, berdasarkan pengakuan Ardiyansah Tamburaka yang juga mantan Direktur PT Tonia Mitra Sejahtera saat menjadi saksi di pengadilan," tutur Faisal. 

Baca juga: Kelompok Orang yang Boleh Mudik Lebaran 2021, Meski Ada Aturan Larangan Mudik Lebaran dari Kemenhub

Baca juga: Bukan Sembarang Orang, Berikut Kriteria Masyarakat yang Diperbolehkan Membuat SIKM

Baca juga: Video Nenek yang Ditemukan di Semak-semak Viral di Media Sosial, Nyari Makan di Tempat Sampah

Selain Ardiyansah, sejumlah pihak yang telah bersaksi dan sudah memberikan keterangan.

Di antaranya mantan Gubernur Sultra Nur Alam dan Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi.

"Begitu banyaknya aktor dalam kasus tersebut, sehingga kami mendukung Mabes TNI AD/ Polisi Militer dan Mabes Polri untuk menegakan supremasi hukum di seluruh wilayah Republik Indonesia," pungkas Faisal.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved