Breaking News:

Wali Kota Bekasi Terbitkan Surat Edaran, Salat Id Berjemaah Boleh Digelar dengan Prokes Ketat

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menerbitkan surat edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menerbitkan surat edaran panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah. 

"Bagi wilayah yang masih dinyatakan zona kuning boleh dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan lebih ketat, jarak antar jemaah 120 sentimeter dengan menunjuk Tim petugas untuk memastikan penerapan protokol kesehatan," tegasnya.

Adapun untuk ibadah utama berjemaah di bulan suci Ramadan seperti salat tarawih, Pemkot Bekasi memastikan kegaiatan tersebut dapat dilakukan di lingkungan zona hijau dan kuning dengan penerapan prokes yang sama.

Dalam surat edaran menekankan, sahur dan buka puasa bersama dianjurkan dilakukan di rumah masing- masing bersama keluarga inti tidak perlu sahur on the road atau ifthar Jama'i (buka puasa bersama).

"Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan," kata Rahmat dalam surat edaran.

Selanjutnya, surat edaran turut mengatur kegiatan ibadah Ramadan yang dapat dilaksanakan pengurus masjid atau musala di masa pandemi.

Baca juga: Suami Meninggal, Kisah Pilu Istri Pensiunan Polisi Bawa Karung Bekas Tiap Hari Buat Memulung

Salah satunya kegiatan iktikaf yang biasanya dilakukan pada 10 hari terakhir bulan suci Ramadan, dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan pembatasan jumlah kapasitas peserta.

"Iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masji/musala," ucapnya.

"Menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman minimal 60 sentimeter antar jemaah, dan setiap jemaah membawa sajadah atau mukena masing-masing," tambahnya.

Selain itu, Pemkot Bekasi juga mengizinkan pengurus masjid atau musala menggelar peringatan Nuzulul qur'an yang biasanya diperingati setiap tanggal 17 Ramadan.

Baca juga: Rumah Digeledah, Tangan Suami Terikat saat Diamankan Densus 88: Istri Tanya Sesuatu ke Petugas

"Peringatan Nuzulul qur'an yang diadakan didalam maupum diluar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved