Breaking News:

Bangun Tugu Sepeda Seharga Rp800 Juta, Warga: Fungsinya Untuk Apa? Tidak Tepat

Rencana pembangunan Tugu Sepeda di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, menjadi polemik sejumlah pihak. Pembangunan tugu itu yang biayanya hampir Rp800 juta

Istimewa/Dok Dishub DKI
Desain rancangan tugu sepeda seharga Rp800 juta - Rencana pembangunan Tugu Sepeda di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, menjadi polemik sejumlah pihak. Pembangunan tugu itu yang biayanya hampir Rp800 juta 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Rencana pembangunan Tugu Sepeda di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, menjadi polemik sejumlah pihak.

Baik dari pemerintah hingga komunitas pesepeda memberikan tanggapan ihwal pembangunan tugu itu yang biayanya hampir Rp800 juta.

Meski anggarannya dari pihak swasta, warga DKI juga banyak yang mengkritik pembangunan Tugu Sepeda tersebut.

"Lebih baik uangnya buat bantu-bantu orang yang terdampak pandemi," kata Ovi Hasna, warga Jakarta Selatan, saat diwawancarai, di lokasi pembangunan Tugu Sepeda. 

"Pembangunannya tidak tepat karena sedang pandemi, sangat tidak baik menurut saya kalau diizinkan pemerintah," lanjutnya. 

Kerangka pembangunan Tugu Sepeda, di Jalan Sudirman, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/4/2021).
Kerangka pembangunan Tugu Sepeda, di Jalan Sudirman, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (11/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Warga Jakarta lainnya, Yuri Marta, menyatakan biaya yang senilai Rp800 juta tersebut sayang jika untuk membangun tugu tersebut.

"Fungsinya untuk apa juga. Kalau pun untuk dilihat, tidak berarti apa-apa," ucap dia, pada kesempatan yang sama. 

Baca juga: Penumpang Melonjak di Terminal Pulo Gebang, Pilih Berangkat Lebih Awal Hindari Aturan Larangan Mudik

Baca juga: Di Pulau Pisang Pesisir Barat Lampung, Puan Dapat Gelar dan Nama Adat Ratu Mustika Kartadilaga

Baca juga: ASN Nekat Mudik Terancam Dipecat, Wali Kota Tangerang: Kalau Ada yang Maksain, Pasti Diberi Sanksi

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Eneng Malianasari, menyatakan sebaiknya uang tersebut dialokasikan kepada warga ibu kota yang kesulitan ekonomi. 

"Maupun biayanya dari pemerintah atau swasta, lebih baik dialokasikan untuk warga yang ekonominya sedang kesusahan," kata dia, saat dihubungi, di tempat terpisah. 

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved