Breaking News:

Ini Langkah Polri Antisipasi Masyarakat yang Curi Start Mudik Sebelum 6 Mei 2021

Polisi akan melakukan pengetatan pengamanan di sejumlah titik daerah perbatasan daerah dari Jawa-Bali.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
ILUSTRASI Suasana penumpang bus di Terminal Induk Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat (2/4/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNJAKARTA.COM - Aparat Kepolisian RI bakal mengantisipasi adanya masyarakat yang curi start mudik lebaran 2021.

Polisi akan melakukan pengetatan pengamanan di sejumlah titik daerah perbatasan daerah dari Jawa-Bali.

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudy Antariksawan menyatakan pemerintah memang resmi melarang mudik Lebaran dimulai selama 12 hari mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Baca juga: Viral Video Presiden Jokowi Mengusap Kedua Matanya, Disebut Menangis Waktu Berkunjung ke NTT

Namun, kata dia, Polri juga tetap mengantisipasi adanya masyarakat yang mudik duluan sebelum 6 Mei 2021.

Nantinya, operasi pengawasan curi start mudik tersebut dinamakan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD).

Baca juga: Bocah 2 Tahun Rindu Sang Ayah Pandangi Fotonya di Buku Yasin, Sang Ibu: Almarhum Ayah yang Baik

"Iya dilaksanakan KKYD, kegiatan kepolisian yang ditingkatkan. Untuk sosialisasi dan pencegahan," kata Rudy saat dikonfirmasi, Minggu (11/4/2021).

Rudy menyampaikan masyarakat yang keluar perbatasan daerah nantinya akan diperiksa dan diverifikasi oleh petugas.

"Kami memastikan tidak ada yang mudik duluan dan kalau ada yang bepergian dengan alasan tertentu diperiksa surat-surat dan dipastikan dalam keadaan sehat atau cek protokil kesehatan (surat hasil swab/rapid antigen/genosa)," jelas dia.

Sebelumnya, larangan mudik diberlakukan pemerintah selama 12 hari mulai tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved