Breaking News:

Gelar Musyarawah, Jatman DKI Berkomitmen Tak Berpolitik

Kyai Nafis mengingatkan pesan Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya kepadanya bahwa Jatman tidak boleh berpolitik dan dipolitisasi.

Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) Wustho DKI Jakarta menyelenggarakan musyawarah idaroh su’biyyah seluruh DKI Jakarta di Ruang STC Kantor Pusat Tarekat Idrisiyyah Jakarta, Minggu (11/4/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) Wustho DKI Jakarta menyelenggarakan musyawarah idaroh su’biyyah seluruh DKI Jakarta di Ruang STC Kantor Pusat Tarekat Idrisiyyah Jakarta, Minggu (11/4/2021).

Acara tersebut diawali dengan sambutan dari Rois Idaroh Wustho Jatman DKI Jakarta Dr. KH. Hamdan Rasyid, M.A.

"Tugas inti dari JATMAN yaitu memasyarakatkan Thoriqoh dan Men-thoriqohkan masyarakat di DKI Jakarta”, kata Kyai Hamdan.

Ia berharap Jatman DKI menjadi wadah utama masyarakat muslim Jakarta yang gemar dengan kegiatan tahlilan, istighosah, dan pembacaan ratibul hadad.

“Budaya masyarakat Jakarta yang menyukai kegiatan seperti tahlil, istighosah, pembacaan ratib al-haddad dan pembacaan hizib-hizib, kita (red. JATMAN) harus menggerakkan dan menyambut mereka” ujarnya.

Sementara itu menurut Mudir Idaroh Wustho Jatman DKI Jakarta KH. Muhammad Danial Nafis, S.E., M.Si memberikan arahan terkait akselerasi kepengurusan kepada seluruh peserta musyawarah.

”Ngapunten sanged (Mohon maaf yang sedalam-dalamnya), kepengurusan su’biyyah di Jakarta yang tidak jalan ini saya memberikan solusi akselerasi agar kepengurusan Jatman berjalan dengan baik," kata Kyai Nafis.

Menanggapi pernyataan salah satu peserta soal Idaroh Wustho Jatman DKI yang tidak pernah audiensi ke pemerintahan, Kyai Nafis mengingatkan pesan Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya kepadanya bahwa Jatman tidak boleh berpolitik dan dipolitisasi.

"Habib Luthfi Bin Yahya Hafidzahullah menuturkan kepada saya saat sowan setelah saya ditunjuk oleh Kyai Wafi untuk menjadi Mudir Jatman DKI, beliau berpesan agar Jatman DKI jangan bermain politik dan jangan dipolitisasi," ujarnya.

Khodim Zawiyah Arraudhah itu mencontohkan sejarah kehidupan para Auliya Allah seperti Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili, Syekh Abdul Qadir Al-Jilani, dan Syekh Ahmad At-Tijani yang tidak mendatangi politikus atau pemerintah saat itu, namun sebaliknya mereka yang didatangi dan meminta pertolongan kepada para syekh.

"Lihatlah para wali quthb kita semua, Syekh Abul Hasan Ali-Syadzili, Syekh Abdul Qadir Al-Jilani, Syekh Ahmad At-Tijani RA, beliau semua tidak pernah mendekati politikus atau pemerintah namun mereka sendiri yang mendekati para masyayikh," ujarnya.

Selain itu ia menambahkan bahwa Ahlith Thoriqoh harus mampu mandiri, melayani umat dan tugas utamanya yaitu mentarbiyah masyarakat agar paham thoriqoh yang mu’tabar.

"Tugas utama Jatman yaitu mentarbiyah masyarakat agar paham Thoriqoh yang mu’tabar (Thoriqoh yang bersanad) dan juga harus mandiri demi melayani umat yang ada di Jakarta ini," kata Kyai Nafis.

Kemudian Kyai Nafis menggagas slogan Idaroh Wustho Jatman DKI Jakarta dengan ajakan #ayoberdzikir sebagai momentum menyambut bulan suci Ramadhan dan dzikir merupakan titik temu antara amalan-amalan tarekat yang ada dalam naungan Jatman. #Idaroh Wustho JATMAN DKI JAKARTA #AyoBerdzikir

Selain itu acara ini turut dihadiri Majelis Ifta Jatman DKI KH. Yunus Hamid, Turut juga hadir dari setiap Perwakilan Su’biyyah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Dan Jakarta Timur.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved