Ramadan 2021
Jelang Ramadan, TPU Khusus Covid-19 Srengseng Sawah Sepi Peziarah
TPU khusus jenazah Covid-19 di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tampak sepi peziarah.
Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Menjelang bulan Ramadan 1442 Hijriah, TPU khusus jenazah Covid-19 di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, tampak sepi peziarah.
Pantauan TribunJakarta.com pada Senin (12/4/2021), hanya terlihat satu orang peziarah di makam khusus Covid-19.
Menggunakan masker, peziarah tersebut duduk di pinggir makam dan terlihat sedang berdoa.
Tak lama kemudian, peziarah itu mengeluarkan bunga dari kantong plastik dan menaburkannya di atas makam.
Pemandangan lainnya hanya tampak sejumlah petugas makam yang lalu lalang di sekitar TPU khusus Covid-19 Srengseng Sawah.
"Kalau yang (makam) khusus Covid ini memang sepi (peziarah). Mungkin karena takut juga ya," kata Kasim, salah satu petugas makam di TPU khusus Covid-19 Srengseng Sawah di lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lebih dari 900 jenazah Covid-19 sudah dimakamkan di TPU Srengseng Sawah.
Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan, Winarto, mengatakan jumlah jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan setiap hari tidak menentu.
Terkadang petugas hanya memakamkan lima jenazah dalam sehari.
Namun, keesokan harinya bisa mencapai 10 hingga 15 jenazah yang dimakamkan di TPU Srengseng Sawah 2.
"Makanya tidak menentu. Bisa hanya lima (jenazah), bisa 10 atau 15 dalam sehari," ujar Winarto.
Baca juga: Hendak Menyeberang, Pelajar Tewas Setelah Tertabrak Bus Transjakarta di Senen Jakarta Pusat
Baca juga: Program One Night One Juz Salat Tarawih di Masjid Agung Al-Barkah Bekasi Ditiadakan
Baca juga: Polemik Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Depok, Ini Kata Wakil Wali Kota Depok
Jumlah jenazah yang dimakamkan di TPU Srenseng Sawah 2 memang dibatasi per harinya mengingat fasilitas pendukung yang belum memadai.
"Kalau secara lahan makamnya siap, tapi pendukungnya yang belum siap. Misalnya jalan di lokasi makamnya masih tanah, kalau hujan kan becek, sehingga dari Dinas dibatasi," terang Winarto.