Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Kapospol Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Sebut Tidak Ada yang Gerakkan Massa Berkerumun

Kepala Pos Polisi Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta mengatakan tidak ada yang menggerakkan massa datang berkerumun saat kedatangan Rizieq Shihab

Ega Alfreda / Tribun Jakarta
Suasana simpatisan yang berdesak-desakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Kepala Pos Polisi Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Dahmirul mengatakan tidak ada yang menggerakkan massa datang berkerumun saat kedatangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi, pada 10 November 2020.

Keterangan tersebut disampaikan Dahmirul saat bersaksi di kasus terdakwa Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (12/4/2021).

"Siapa yang mengumpulkan massa di dalam, berkerumun di bandara?" tanya Rizieq kepada Dahmirul.

Dahmirul lalu menjawab bahwa tidak ada undangan penjemputan Rizieq Shihab yang saat itu baru tiba di Indonesia sehingga kerumunan simpatisan saat kejadian bersifat spontan.

"Tidak ada, spontan," ujar Dahmirul.

Masalah kerumunan warga di Bandara Soekarno-Hatta saat dia datang ini sebenarnya sudah disampaikan dalam eksepsi atau keberatan atas dakwaan JPU, namun poin keberatan ditolak Majelis Hakim.

Rizieq lalu bertanya kepada Dahmirul lebih besar mana jumlah simpatisan yang datang saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan acara pernikahan putrinya pada 14 November 2020 lalu dengan kerumunan di Bandara.

"Di bandara," jawab Dahmirul.

Baca juga: Bagaimana Hukumnya Sikat Gigi di Siang Hari saat Puasa? Yuk Simak Penjelasan Berikut

Baca juga: Pacaran di Bulan Ramadan Bikin Puasa Batal, Benarkah? Simak Penjelasannya Berikut

Baca juga: Masuki Ramadan 1442 H, Wali Kota Bekasi Klaim 96,39 Persen Wilayahnya Masuk Zona Hijau

Mendengar jawaban, Rizieq Shihab lalu menyinggung alasan kerumunan warga di Bandara Soekarno-Hatta yang mencapai ratusan ribu jiwa tidak diproses sebagai pelanggaran protokol kesehatan.

Beda dengan kerumunan warga di Petamburan, Jakarta Pusat yang diperkirakan mencapai 5.000 jiwa tapi diproses, dalam hal ini Rizieq didakwa menghasut sehingga warga datang dan terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

"Tanpa ada rekayasa dan lain sebagainya? Terima kasih, ini satu jawaban yang bagus sekali. Ini sebagai catatan kita bahwa memang ada kerumunan lebih besar dari Petamburan, tapi tidak ada yang protes sama sekali," lanjut Rizieq.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved