Breaking News:

Petugas Temukan Daging yang Dicampur Pengawet di Pasar Anyar Tangerang

Dalam pengecekan sampel bahan-bahan pokok tersebut, petugas menemukan banyaknya produk yang mengandung bahan pengawet.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
DKP Kota Tangerang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Anyar untuk memastikan kondisi bahan-bahan pokok yang dijual berkualitas, Senin (12/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang menemukan banyak pedagang di Pasar Anyar yang menggunakan pengawet pada daging dagangannya.

Fakta mencengangkan tersebut didapatkan saat DKP Kota Tangerang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Anyar, Senin (12/4/2021).

Dalam pengecekan sampel bahan-bahan pokok tersebut, petugas menemukan banyaknya produk yang mengandung bahan pengawet.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Abduh Surahman menjelaskan ada puluhan pedagang daging yang ketahuan menggunakan bahan mengandung pengawet.

"Dari 135 jumlah pedagang yang kita sampling, itu positif ada 41 produk yang diindikasikan mengandung bahan pengawet," kata Abduh kepada wartawan.

"Terutama dari produk hewan ayam baik itu usus maupun kulit, mengandung bahan pengawet," sambungnya.

Bahan-bahan pokok yang ditemukan mengandung pengawet itu seperti daging sapi, daging ayam, usus ayam, beragam ikan, serta cabai, tomat, hingga tahu dan kerupuk.

Baca juga: Miras Oplosan Akibatkan Dua Orang di Kabupaten Tangerang Tewas, Polisi Tangkap Penjual

Baca juga: Ustaz Anshoruddin akan Menjadi Imam Salat Tarawih di Masjid Istiqlal 

Baca juga: Dicuekin Anak Buah Anies Baswedan, Anggota DPRD DKI Jakarta Curhat Saat Rapat Paripurna

Abduh melanjutkan, para pedagang pun kabur ketika petugas mengecek bahan pokok yang dijualnya mengandung bahan pengawet.

"Sebetulnya pedagang mau kita proses verbal ya tetapi begitu dia tahu produknya memang positif itu langsung lari dan lapaknya ditinggalkan," kata Abduh.

Menurutnya, tahap berikutnya adalah memberikan teguran kepada para pedagang yang menjual produk dicampur pengawet.

"Kalau dia datang kita sampaikan, kita ingatkan, karena tahun lalu proses di kantor kepolisian," tandas Abduh.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved