Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Rizieq Shihab Pertanyakan Alasan Eks Kapolres Jakarta Pusat Tak Larang Acara di Petamburan

Muhammad Rizieq Shihab menanggapi keterangan eks Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto yang dihadirkan jadi saksi

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Terdakwa tindak pidana kekarantinaan kesehatan Rizieq Shihab tiba di PN Jakarta Timur, pengamanan semakin diperketat, Jumat (26/3/2021) 

Heru lantas menjawab bahwa pihaknya mendapat informasi dari Pemkot Jakarta Pusat bahwa kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan acara pernikahan putri Rizieq digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Informasi dari tersebut yang membuat jajaran Polrestro Jakarta Pusat tidak lantas membubarkan kegiatan saat mendapati tenda di Jalan KS Tubun, Kecamatan Petamburan pada pagi hari kejadian sebelum kerumunan timbul.

"Dari informasi pak Wali (Wali Kota Jakarta Pusat) menyampaikan bahwa acara itu terselenggara dengan menggunakan prokes. Patokan itulah kami memberikan toleransi dan ternyata begitu malam ada kerumunan," tutur Heru.

Baca juga: Gubernur Anies Larang Restoran Gelar Live Music Selama Bulan Ramadan

Baca juga: Anies Baswedan Larang Bar Beroperasi Selama Bulan Suci Ramadan

Baca juga: Petugas Temukan Daging yang Dicampur Pengawet di Pasar Anyar Tangerang

Saat malam terjadi kerumunan warga, Heru menyebut jajarannya tidak membubarkan kerumunan karena pertimbangan bila massa yang ditaksir mencapai 5.000 orang dibubarkan menimbulkan kerusuhan.

Dalam sidang pemeriksaan saksi kasus kerumunan warga di Petamburan ini, Rizieq Shihab yang dihadirkan langsung di ruang sidang mengakui adanya kerumunan warga dan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan.

Tapi dia membantah bahwa dia menghasut simpatisannya sehingga datang sebagaimana dakwaan JPU terhadapnya dan menilai kasus seharusnya tidak sampai diproses secara pidana karena sudah membayar denda.

"Memang terjadi pelanggaran, makanya kami juga didenda Rp 50 juta. Kita sama sama punya komitmen baik menjaga protokol kesehatan, jadi kita tidak punya niat sengaja melanggar protokol kesehatan," sambung Rizieq.

Denda Rp 50 juta dimaksud merupakan denda administrasi sebagai pelanggar protokol kesehatan yang sudah dibayarkan kepada Pemprov DKI Jakarta, hal ini yang sebelumnya disampaikan dalam eksepsi atau keberatan atas dakwaan JPU.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved