Breaking News:

Ramadan 2021

Sahur dan Bukber di Masjid Dilarang, Wagub DKI: Kalau di Restoran Dipersilakan

Pemprov DKI Jakarta melarang acara sahur dan buka bersama di area masjid selama bulan suci Ramadan.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun menyarankan masyarakat buka bersama di rumah ataupun restoran. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta melarang acara sahur dan buka bersama di area masjid selama bulan suci Ramadan.

Tujuannya untuk meminimalisir penularan Covid-19 di area masjid.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun menyarankan masyarakat buka bersama di rumah ataupun restoran.

"Masjid kan sudah tidak lagi menyediakan buka puasa dan sahur di masjid-masjid. Silakan buka dan sahur di rumah masing-masing, di resto rumah makan itu dipersilakan," ucapnya, Senin (12/4/2021).

Selama bulan suci Ramadan, Pemprov DKI memang memperpanjang waktu tempat makan atau restoran membuka layanan dine-in atau makan di tempat.

Jika sebelumnya layanan dine-in hanya diizinkan hingga pukul 21.00 WIB, kini restoran bisa melayani pelanggan yang makan di tempat sampai pukul 22.30 WIB.

Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 434 Tahun 2021 dan Surat Keputusan (SK) Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 313 Tahun 2021.

Baca juga: Rizieq Shihab Pertanyakan Alasan Eks Kapolres Jakarta Pusat Tak Larang Acara di Petamburan

Baca juga: Masjid Raya Al-Azhom Hanya Menerima 1.000 Jemaah Salat Tarawih dan Tanpa Kultum

Baca juga: Ramadan Segera Tiba, Ini 8 Ramuan Tradisional Berkhasiat Atasi Bau Mulut Selama Puasa

"Prinsipnya semua harus dilaksanakan sesuai ketentuan dari SK Kadispar," ujarnya di gedung DPRD DKI.

Walau tak diizinkan menggelar sahur dan buka bersama, namun kegiatan keagamaan lainnya bisa digelar di masjid-masjid, tentunya dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

"Besok kita sudah mulai puasa, sekalipun diperbolehkan melaksanakan ibadah di masa pandemi, namun mohon diperhatikan kapasitasnya sesuai dengan ketentuan, yaitu 50 persen," kata dia.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved