Breaking News:

Ramadan 2021

Suplai Ayam Potong Harus Dijaga Jelang Ramadan & Idul Fitri, Jangan Sampai Harga Jatuh Pascalebaran

Namun, bila terjadi oversupply pasca lebaran, bisa dipastikan harga tak menguntungkan bagi peternak.

Tribunnews/Jeprima
Pekerja memilih ayam potong yang akan dijual di Agen Ayam Potong kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Senin (19/10/2020). Peternak ayam broiler lokal mengaku kesulitan bersaing di pasar lantaran 90 persen pangsa pasar dalam negeri dikuasai asing yang dianggap memiliki modal besar yang dapat mengganggu stabilitas harga, Di antaranya dua perusahaan industri ayam asing asal Thailand dan perusahaan dengan kepemilikan saham asal Singapura, masing-masing sebanyak 40 persen dan 30 persen memegang pasar ayam nasional, serta 20 persen dikuasai perusahaan asing asal Tiongkok, Malaysia, dan Korea Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) mengingatkan pemerintah untuk terus menjaga suplai ayam potong di pasaran.

Mengingat kebutuhan ayam potong saat Ramadan dan Idul Fitri dipastikan meningkat.

Namun, bila terjadi oversupply pasca Lebaran, bisa dipastikan harga tak menguntungkan bagi peternak.

“Menurut data Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) produksi Day Old Chicken Final Stock (DOC FS) pada April mencapai 309.589.416, sementara kebutuhan pasar 261.411.003 ekor. Artinya terdapat selisih 48.178.413 ekor,” ujar Ketua DPP Pinsar, Singgih Januratmoko, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Harga Ayam Kampung di Pasar Koja Baru Tembus Rp 160 Ribu Per Ekor Jelang Ramadan

Menurut Singgih, tahun 2021 peternak rakyat bakal kembali menghadapi oversupply yang berpotensi merugikan peternak mandiri.

Karena hampir seluruhnya menyasar ke pasar tradisional atau pasar becek.

Ia melanjutkan, total produksi DOC FS pada 2021 mencapai 3.411.217.483 ekor, sementara daya serap pasar 2.901.200.776 ekor,

“Artinya akan ada oversupply sebanyak 510.016.707 ekor,” kata Singgih.

Menurutnya, kebijakan pengendalian populasi DOC FS pada 2020 sedikit demi sedikit membantu peternak. Pasalnya, harga ayam membaik dan menguntungkan peternak.

Namun, 2021 adalah masa recovery bagi para peternak, akibat salah kebijakan impor Grand Parents Stock (GPS) atau indukan ayam pada 2018.

Halaman
123
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved