Breaking News:

Ramadan 2021

Masih Pandemi Covid-19, Pedagang Takjil Musiman Khawatir Omzet Dagangannya Turun

Pedagang takjil mengatakan masih khawatir omzet dagangannya turun karena pandemi Covid-19

TribunJakarta/Bima Putra
Lapak pedagang takjil musiman saat bulan Ramadan di Jalan Bekasi Timur Raya, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (13/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Keputusan Pemprov DKI Jakarta mengizinkan pedagang takjil berjualan selama bulan Ramadan 1442 Hijriah dengan menerapkan protokol kesehatan tidak lantas membuat pedagang lega.

Liza (41), satu pedagang takjil di Jalan Bekasi Timur Raya, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur mengatakan masih khawatir omzet dagangannya turun karena pandemi Covid-19 masih melanda.

"Kalau tahun lalu omzet sih lumayan, tapi tahun ini kan belum tahu karena masih baru hari pertama puasa. Mudah-mudahan sih lebih banyak pembeli dibanding tahun lalu," kata Liza di Jakarta Timur, Selasa (13/4/2021).

Meski tidak merinci penurunan omzet dagangannya pada bulan Ramadan tahun 2020 lalu, dia menyebut terjadi penurunan pendapatan karena kala itu pandemi Covid-19 masih awal melanda.

Pasalnya selain banyak warga kehilangan pekerjaan dan pemasukan berkurang, pada tahun 2020 lalu mayoritas warga mengurangi aktivitas di luar rumah karena khawatir terpapar Covid-19.

"Kalau jualan sekarang sih enggak dikurangin, masih sama jualannya. Kue lapis, srikaya, ongol-ongol, kolak, goreng-gorengan. Ini saya dagang dari pukul 13.00 WIB sampai 18.30 WIB," ujarnya.

Harga jual takjil yang dipatok Liza berkisar Rp 2.500 hingga Rp 5.000, serupa dengan harga jual pedagang takjil musiman di sepanjang Jalan Bekasi Timur Raya lokasi dia dan pedagang lain berjualan.

Rina (56), pedagang takjil musiman lainnya juga mengaku khawatir omzet dagangannya pada bulan Ramadan 1442 Hijriah ini menurun karena pandemi Covid-19 yang masih melanda.

"Karena kalau bulan puasa kan harga barang kebutuhan pokok lain juga naik. Pas belum ada Covid-19 saja orang susah, apalagi masih keadaan ekonomi susah begini. Banyak yang kehilangan pekerjaan," tutur Rina.

Sebagaimana Liza, dia menyebut pada Ramadan 2020 lalu dia mengalami penurunan omzet dagang bila dibanding pada tahun-tahun sebelumn pandemi Covid-19 melanda.

Baca juga: Janji Thomas Mueller Saat PSG Vs Bayern: Cetak Gol Cepat

Baca juga: Chelsea dan Porto Sama-sama Punya Peluang Lolos keSemifinal Liga Champions: Ini Skenarionya

Baca juga: Kebun Buatan di Atap Masjid At Taqwa Sunter Agung: Menanam Pakcoy, Memanen Pahala

Menurutnya banyaknya warga yang kehilangan pekerjaan dan pemasukannya berkurang karena pandemi Covid-19 membuat warga mengurangi jumlah belanja dan cenderung berhemat.

"Harapannya ya tahun ini banyak yang beli dan Covid-19 ini cepat hilang lah, biar masyarakat hidupnya enggak makin susah. Kalau sekarang kan kasihan, banyak orang kerja kena PHK segala macam," lanjut dia.

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved