Ziarah Makam

Sepenggal Kisah Makam Habib Cikini: Penyiar Islam Tersohor Zaman Belanda

Saat reporter TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas berkunjung ke sana, makam Habib Cikini berada di dalam sebuah bangunan yang tampak megah.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Dua peziarah tampak berdoa di makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi pada Senin (12/4/2021). 

Sebab, Habib Abdurrahman sempat menikah dengan adik kandung Raden Saleh bernama Syarifah Rogayah bin Husein bin Yahya.

Baca juga: Cerita Gino, Kakek Penjaga Makam Menteng Pulo: Sedang Nabung Biaya Kuliah S2 Anak Bungsu

Dari pernikahan itu, Abdurrahman tidak dikaruniai anak. Kemudian ia menikah lagi dengan perempuan asli Betawi bernama Hajah Salmah.

Habib Muhammad Amin (54) menunjukkan foto Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (12/4/2021).
Habib Muhammad Amin (54) menunjukkan foto Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (12/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

"Beliau nikah lagi kemudian mendapatkan anak bernama Habib Ali Kwitang dan Habib Abdulqadir," cerita Habib Amin kepada TribunJakarta.com pada Senin (12/4/2021).

Nama Habib Ali Kwitang di kemudian hari tak kalah populer dengan ayahnya sebagai penyiar agama Islam yang dihormati.

Menurut Habib Amin, Habib Abdurrahman sempat menuntut ilmu di Yaman dan balik lagi ke Indonesia untuk menyiarkan agama Islam.

Ia menyebarkan Islam ke sejumlah daerah. Di antaranya, Pulau Jawa, Madura, hingga Sulawesi.

Baca juga: Cari Tambahan Uang Jajan, Siswa SD Ini Rela Bekerja Bersihkan Makam: Buat Beli Makan dan Minum Es

Beliau juga memiliki banyak murid. Salah satu yang juga tersohor bernama Habib Ahmad bin Alwi Al Haddad atau dikenal dengan Habib Kuncung yang makamnya berada di kawasan Kalibata.

Wafat Tahun 1879

Habib Abdurrahman wafat pada tahun 1879. Karena memiliki hubungan saudara, jasadnya dimakamkan di atas lahan milik Raden Saleh.

Plang makam lama Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi Jalan Sekolah Seni, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (12/4/2021).
Plang makam lama Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi Jalan Sekolah Seni, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (12/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)

Kala itu, lanjut Habib Amin, lahan milik Raden Saleh sangatlah luas. Tanahnya mencakup Taman Ismail Marzuki, Apartemen Menteng Park sampai Rumah Sakit PGI Cikini.

Jasad Habib Abdurrahman kemudian dimakamkan di tempat itu sampai sekarang. 

Menurut Habib Amin ada tiga makam yang berada di dalam bangunan itu. Dua kuburan merupakan jasad Habib Abdurrahman dan istrinya, Syarifah Rogayah. Sedangkan satunya yang berukuran lebih kecil tidak diketahui.

"Satu lagi itu hanya Allah yang tahu. Saya enggak mau bicara. Yang saya tahu dia orang baik," tambahnya. 

Sebelum dibuat megah seperti sekarang, makam Habib Cikini tersebut masih berupa pendopo. Di sekitar makam pun masih dikeliling perkampungan.

Khodim pengurus makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi, Habib Amin saat ditemui TribunJakarta.com pada Senin (12/4/2021).
Khodim pengurus makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi, Habib Amin saat ditemui TribunJakarta.com pada Senin (12/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved