Breaking News:

Jelang Reshuffle Sederet Nama Sosok Muda Potensial Bermunculan

Airlangga juga menambahkan bahwa staf kepresidenan belum menunjukkan prestasi dan capaian yang cukup jelas dalam berkinerja.

ISTIMEWA/Tribunnews
Para menteri Kabinet Indonesia Maju di depan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, menjelang pelantikan Rabu pagi (23/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKAARTA - Berbagai kritik publik mengarah ke kinerja dan aktivitas Kementerian dan Lembaga di sekitar Kepresidenan akhir-akhir ini yang dinilai kurang menunjukkan kapasitas apalagi prestasi di mata publik.

Pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya, Airlangga Pribadi mengatakan padahal situasi pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi, membutuhkan kementerian yang cekatan, responsif dan inovatif dalam menjalankan berbagai program.

“Saya melihat ada beberapa kementerian kurang menunjukkan kepemimpinan dan kualitas dalam menghadapi situasi krisis sosial dan ekonomi saat ini adalah Menko PMK, Menteri Koperasi dan UMKM, Menpora, Men/Kepala Bappenas, Menteri Pertanian dan Menteri Dikbud-Dikti,” kata Airlangga, di Jakarta, Kamis (14/4/2021).

Airlangga juga menambahkan bahwa staf kepresidenan belum menunjukkan prestasi dan capaian yang cukup jelas dalam berkinerja.

Pimpinan KSP malah terlibat manuver politik di luar tugas utama.

Menurutnya keterlibatan pimpinan KSP Moeldoko dalam polemik kepemimpinan Partai Demokrat memberikan citra negatif bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sementara itu Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menurutnya, mungkin bisa dipindah ke Kemeterian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan.

Untuk posisi Menko Perekonomian diserahkan ke Sri Mulyani atau sosok yang lebih independen namun kokoh secara politik.

Menteri Ristek, Bambang Brojonegoro bisa diusulkan menjadi Mendikbud-Dikti-Ristek atau sebagai Menteri Investasi.

Airlangga juga mengusulkan agar posisi wakil menteri di berbagai kementerian segera diisi dengan sosok yang memiliki kecakapan dalam komunikasi politik yang baik agar dapat membantu menteri dalam menjembatani antara Negara dan masyarakat.

"Posisi Wakil Menteri yang selama ini masih kosong agar diaktifkan atau diisi dengan sosok yang memiliki kemampuan substansi dan komunikasi politik yang baik dengan masyarakat. Situasi seperti ini membutuhkan pemimpin yang inovatif yang memiliki kemampuan sebagai jembatan politik antara negara dan masyarakat," katanya.

Lebih lanjut Airlangga Pribadi menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan ruang kepada sosok muda yang penuh semangat namun mumpuni untuk memperkuat tim kepresidenan.

"Sosok muda namun memiliki integritas tinggi serta semangat dalam membangun bangsa layak untuk mewarnai wajah kabinet atau mendampingi Presiden dalam mengawal program priorotas, saya melihat ada beberapa nama seperti Wisnutama dan Hanif Dhakiri,yg pernah menjadi menteri, kemudian Yenny Wahid yang memiliki basis massa kuat dengan intelektual beliau yang melekat, ada Dimas Oky Nugroho,pernah berada di kantor staf kepresidenan, yang saya yakin mampu membaca arah kebijakan prioritas, apalagi dia saat ini sebagai staf ahli menko perekonomian. Kementerian yang memiliki peranan penting dalam melewati situasi krisis pandemi dan Najwa Shihab yang merupakan sosok muda,mewakili keterlibatan perempuan dalam politik,” kata Airlangga.

Figur muda yang dimaksud oleh Airlangga adalah figur yang matang dalam berpikir serta memahami agenda pemerintah.

"Saya pikir anak muda namun harus cukup matang dan energik, serta dapat memahami agenda prioritas pemerintah, serta mampu mengadvokasi isu-isu demokrasi, pemberdayaan sosial ekonomi dan komunikasi politik terhadap rakyat,” kata Airlangga.

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved