Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Rizieq Shihab Merasa Perawatannya di RS UMMI Bogor Terganggu karena Pernyataan Bima Arya

Rizieq Shihab mendapat telepon dari berbagai pihak yang ingin membesuk sehingga menjadi terganggu

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tayangan proses sidang dugaan tindak pidana karantina kesehatan Rizieq Shihab yang disiarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (12/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Rizieq Shihab menyebut pernyataan Wali Kota Bogor, Bima Arya yang membeberkan ke media massa bahwa dia dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020 mengganggu perawatannya.

Menurutnya setelah Bima Arya memberi keterangan kepada media massa pada Kamis (26/4/2020), pada Jumat (27/4/2021) dia mendapat telepon dari berbagai pihak yang ingin membesuk.

Hal ini disampaikan Rizieq saat Majelis Hakim memberi giliran bertanya kepada Bima yang dihadirkan jadi saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tes swab di RS UMMI Bogor.

"Apakah saudara tahu, saya, kemudian pengurus-pengurus FPI mendapat telepon dari berbagai pihak yang ingin menjenguk Habib Rizieq. Saudara tahu?" tanya Rizieq kepada Bima Arya di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021).

Dia menilai sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor Bima Arya seharusnya tidak membeberkan lokasi dirinya dirawat di RS UMMI Bogor guna mencegah kerumunan warga.

Menurutnya sebagai pasien dirawat di RS UMMI Bogor dia berhak atas privasi selama menjalani perawatan, pihaknya merasa sengaja merahasiakan lokasi RS guna mencegah simpatisan datang.

"Kenapa saudara tidak melakukan pendekatan secara kekeluargaan? Kenapa saudara tidak melakukan pendekatan secara baik-baik, supaya bisa koordinasi dengan baik. Karena kerumunan itu justru mengganggu kenyamanan beliau (Rizieq) ketika dirawat. Dan itu terbukti ada karangan bunga yang sampai memenuhi halaman RS UMMI," ujar Rizieq.

Rizieq yang didakwa menutupi atau memalsukan hasil tes swab dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor mengklaim dia tidak menolak dites swab sesuai permintaan Bima.

Baca juga: Diajak Salat Subuh, Dua Tahanan Malah Kabur dari Rutan

Baca juga: Ramadan Telah Tiba, Ini Tata Cara dan Niat Zakat Fitrah Besrta Golongan yang Berhak Menerimanya

Baca juga: Terpapar Covid-19 Tapi Mau Ikut Puasa? Ini Penjelasan Dinkes DKI Jakarta

Hanya berkeinginan tes swab dilakukan oleh Tim Mer-C, bukan tenaga kesehatan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan sudah meminta Bima berkoordinasi dengan Tim Mer-C terkait tes swabnya.

"Saat itu saya mempertanyakan urgensi untuk apa diswab kedua kali. Jadi bukan semata-mata menolak, saya mempertanyakan urgensi. Apakah saya mempersilakan kepada saudara saksi, bapak Bima Arya untuk mempertanyakan hasil kepada Tim Mer-C. Berarti saya tidak menghalangi," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved