Breaking News:

Dugaan Korupsi di Damkar Depok

Dalami Dugaan Korupsi di Dinas Damkar, Kejari Depok Banjir Dukungan Karangan Bunga

Belasan karangan bunga berisi tulisan dukungan pengusutan tuntas tindak pidana korupsi, berjejer dibagian depan Kejaksaan Negeri Depok, Cilodong.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Deretan karangan bunga dukungan di Kejari Depok, Kamis (15/4/2021) - Belasan karangan bunga berisi tulisan dukungan pengusutan tuntas tindak pidana korupsi, berjejer dibagian depan Kejaksaan Negeri Depok, Cilodong. 

Sementara itu, Kepala Dinas Damkar Kota Depok, Gandara Budiana, akhirnya angkat bicara terkait dugaan korupsi yang tengah digemborkan-gemborkan anak buahnya.

Gandara mengatakan, apa yang dikatakan anak buahnya, Sandi, soal dugaan korupsi mulai dari pengadaan sepatu, selang, hingga pemotongan dana Covid-19 tidaklah benar adanya.

 “Tidak benar itu,” ujar Gandara melalui sambungan telepon pada wartawan. (*)

Dapat Ancaman

Setelah viral usai mencoba membongkar dugaan korupsi yang terjadi di tempatnya bekerja, Sandi, Petugas Dinas Damkar Kota Depok, mengaku mendapat banyak intimidasi.

Bahkan, intimidasi tersebut juga menyasar sejumlah rekan seprofesinya yang lain.

“Teman-teman saya diintimidasi saya ada bukti rekamannya,” ujar Sandi saat dijumpai wartawan di Kejaksaan Negeri Depok, Cilodong, Kota Depok, Rabu (14/4/2021).

Pasca mendapat intimidasi tersebut, Sandi mengungkapkan rekan-rekannya pun meminta maaf padanya.

“Mereka minta maaf sama saya mereka berkata punya anak istri. Ya saya pun juga punya keluarga, tapi kalau untuk saya karena sudah kecebur ya saya lanjut,” katanya.

Sandi mengatakan, rekan-rekannya mendapat ancaman pemecatan bila terus mendukung aksinya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved