Breaking News:

DPRD DKI Kritik Anies Baswedan soal Tugu Sepeda yang Kisarannya Rp800 Juta: Apa Bagusnya

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Eneng Malianasari mengkritik pembangunan Tugu Sepeda yang biayanya sekira Rp800 juta.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
Tribunjakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Penampakan Tugu Sepeda yang berada di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (10/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Eneng Malianasari mengkritik pembangunan Tugu Sepeda yang biayanya sekira Rp800 juta.

Menurut dia, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta jajarannya lebih baik membuat sesuatu yang bermanfaat bagi warga ibu kota.

"Jangan cuma bikin hal-hal yang cuma bisa dilihat saja," kata dia, saat dihubungi, Jumat (16/4/2021).

"Kalau mau diunggah di instagram juga apa bagusnya," lanjut dia.

Sebaiknya, kata Eneng, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun jalur sepeda lebih banyak lagi.

"Kalau Tugu Sepeda kan manfaatnya tidak terasa secara langsung. Kurang penting dibanding dijalur sepeda, iyalah," ucap dia.

Rencana pembangunan Tugu Sepeda di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, menjadi polemik sejumlah pihak.

Baik dari pemerintah hingga komunitas pesepeda memberikan tanggapan ihwal pembangunan tugu itu yang biayanya hampir Rp800 juta.

Meski anggarannya dari pihak swasta, warga DKI juga banyak yang mengkritik pembangunan Tugu Sepeda tersebut.

"Lebih baik uangnya buat bantu-bantu orang yang terdampak pandemi," kata Ovi Hasna, warga Jakarta Selatan, saat diwawancarai, di lokasi pembangunan Tugu Sepeda.

"Pembangunannya tidak tepat karena sedang pandemi, sangat tidak baik menurut saya kalau diizinkan pemerintah," lanjutnya.

Baca juga: Fokus Selesaikan Doktoral Usai Pensiun Wali Kota, Airin Ogah Tanggapi Jabatan Menteri dan Gubernur

Baca juga: 2 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Konsisten Jadi Zona Merah Covid-19 Sejak Awal Pandemi

Baca juga: Ramalan Shio Sabtu 17 April 2021, Ada yang Sedang Emosinya Tak Stabil dan Perasaan Bergejolak

Warga Jakarta lainnya, Yuri Marta, menyatakan biaya yang senilai Rp800 juta tersebut sayang jika untuk membangun tugu tersebut.

"Fungsinya untuk apa juga. Kalau pun untuk dilihat, tidak berarti apa-apa," ucap dia, pada kesempatan yang sama.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved